Purnawirawan Komjen Pol Drs. Susno Duadji, S.H., M.Sc. Perwira Penghubung Mayor Saibudin menangapi Penebangan Pohon di TMP

oleh -58 views

Jejakkasus.info | Sumsel – Purnawirawan Komjen Pol Drs. Susno Duadji, S.H., M.Sc. mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri menangapi pemberitaan, penebangan pohon di taman makam pahlawan kota pagaralam,yang kami hubungi melalui WhatsApp mengatakan dengan awak media Alhamdulillah kalo tidak ada yg rusak,

Kami dirantau sangat senang kalo nisan dan segala atribut makam tidak ada yg rusak ,
Dan alhamdulillah kalo pohon ditebang Tempat pemakaman Pahlawan tambah bagus dan bersih dan dirawat dengan baik, karena ingat itu adalah Peristirahatan Terakhir Para Pahlawan sabtu(01/5/21).

Tapi kalo diberitakan rusak dan karena terkena pohon, berantakan, helm pecah, lea kuburan hancur ;
Kami dirantau dan khusus nya saya sangat marah, Terima kasih informasinya,,

Kami sangat mendukung kalo demi kebaikan, tapi kalo merusak kami sangat sedih ujar beliau kepada awak media

Sedangkan Perwira penghubung Mayor Saibudin yang kami hubungi melalui WhatsAPP mengatakan terimakasih jawaban pak Susno juga menyejukan kita, mari kita pebaiki sama sama bila ada yg rusak baik dari alam atau faktor lain. Termasuk merapikan yg lain bila ada yang kurang rapi.

Tempat Pemakaman Pahlawan itu milik kita semua ayo kita sama sama merapikan dan mebersihkan. berarti kita juga sudah menghormati jasa para Pahlawan kita,ujar beliau

Sedangkan bapak Mustopa Jari yang kami wawancara di kediamanya simpang manak kota pagaralam mengatakan.

Tidak ada niat sedikitpun mau merusak Taman makam Pahlawan itu, Justru saya mau membersihkan dan merapikan Taman makam pahlawan itu. karna pohon yang saya tebang itu akarnya telah merusak Nisan Makam para pahlawan itu.
Daun daunya telah mengotori taman makam tersebut.

Lanjut Mustopa
TIdak ada satupun makam pahlawan itu yang rusak oleh penebangan pohon itu,

Dengan ini saya menghaturkan maaf yang sebesar besarnya kepada pemerintahan kota pagaralam Polres pagaralam Kodim Lahat Koramil Pagaralam dan seluruh masyarakat kota pagaralam yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,atas ketidak tahuan saya,
bahwa menebang pohon di makam pahlawan itu harus melalui prosedur izin dari beberapa Instansi pemerintahan.
Sekali lagi saya menghaturkan maaf atas kejadian ini,yang telah membuat repot kita semua,ujar pak mustopa jari kepada awak media di kediamanya.
(AL Kahfi Dawam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *