Rayakan Hari Jadi Ke-539 Kabupaten Cirebon, Bupati Hadiri Khitanan Massal di RSUD Arjawinangun

oleh -9 views

CIREBON l Jejakkasus.info – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun menggelar khitanan massal dalam rangka Hari Jadi ke-539 Kabupaten Cirebon di Aula RSUD setempat, Selasa (23/3/2021).

Kegiatan khitanan massal tersebut dihadiri langsung Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag.

Menurut Imron, Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam perayaan hari jadi ini dimeriahkan secara sederhana. Sebab, sampai saat ini masih terjadi Pandemi Covid-19.

“Salah satu kegiatan perayaan hari jadi Kabupaten Cirebon ini adalah khitanan massal di RSUD Arjawinangun,” katanya.

Imron menjelasakan, khitanan massal ini dilakukan di Rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon.

“Kita lakukan khitanan massal di RSUD Arjawinangun sebanyak 24 orang dan untuk RSUD Waled sebanyak 39 orang yang sudah terdaftar. Itu semua warga Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Selain khitanan massal, lanjut Imron, Pemkab Cirebon akan menampilkan sejumlah seni budaya untuk meriahkan hari jadi ini.

“Nanti ada kegiatan seni budaya, seperti di Kecamatan Suranenggala ada pagelaran seni. Tetapi dilakukan secara virtual karena untuk menekan adanya kerumunan warga,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon, dr. Bambang Sumardi mengatakan, ada sekitar 24 anak yang ikut program khitanan massal gratis ini.

“Semua anak yang ikut dikhitan ini semuanya warga Kabupaten Cirebon wilayah barat,” katanya.

Bambang juga menjelaskan, selain khitanan massal, pihaknya ingin sekali mengadakan pengobatan secara gratis. Akan tetapi di masa pandemi ini sulit untuk dilakulan.

“Kami dari RSUD Arjawinangin inginnya sih ada pengobatan gratis. Akan tetapi kami menghindari kerumunan, sehingga baru bisa khitanan massal saja yang kita lakukan. Itu pun kami tempatkan di gedung yang baru,” katanya.

Ia pun menuturkan, dalam kegiatan khitanan massal ini, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya.

“Kami tetap menerapkan protokol kesehatan dalam khitanan massal. Saya tidak menginginkan terjadi penularan di acara ini,” kata Bambang. (Caswila)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *