Rehab SMPN 22 Tak Berkualitas Diduga Tidak Sesuai dengan RAB dan Indikasi KKN

Bengkulu l Jejakkasus.info – Rehabilitasi dan renovasi Smp Negeri 22 Di Desa Air Pikat, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menuai kritik dari berbagai elemen masyarakat di duga tak ber kwalitas dan asal jadi serta indikasi KKN.

Tidak main main anggaran yang di kucurkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK ) tahun anggaran 2022 senilai 128 Juta Rupiah untuk rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana sekolah dari kementrian PUPR tersebut, menjadi ajang korupsi.

Diketahui bahwa pemilik proyek rehabilitasi dan renovasi pembangunan gedung sekolah tersebut, yakni dikelola oleh penyedia jasa Cv Permata Harpenta.

Disampaikan warga setempat yang enggan di sebut nama nya, dirinya menjelaskan , pembangunan rehab Gedung sekolah didesanya disinyalir dibagun asal jadi, dan diduga menjadi ajang korupsi tempat para oknum kontraktor.

“Kita sangat menyayangkan pembangunan rehab gedung sekolah dengan nominal puluhan juta tersebut dikerjakan secara asal asalan tanpa memperhatikan RAB sebagai patokan pembangunan awal, mengapa kita katakan seperti itu sebab temuan di lapangan banyak sekali kejanggalan terkait pembangunan tersebut, sala satunya di bagian pondasi dan atap sudah di pasang tidak sesuai RAB”, terangnya

Dijelaskannya , Rehabilitas dan renovasi sarana prasarana pembangunan gedung sekolah dan ruang kelas SMP Negeri 22 yang beralamat di rejang Lebong mencari keuntungan besar tanpa mengutamakan kualitas .

“Memang benar, saya perhatikan Pembangunan gedung sekolah dan rehab ruang kelas SD tersebut, tidak sesuai, dan menurutnya tanpa mengutamakan kualitas namun lebih cenderung ke arah asal selesai” jelasnya.

Di sisi lain juga di sampaikan sala seorang pemuda asli orang setempat dirinya menyampaikan jangan semenah menah dalam membangun infrastruktur di daerah, sebab bukan tanpa alasan pembangunan yang di kerjakan dengan nominal sebesar itu tentunya di kerjakan secara asal asalan akan berefek besar bagi kerugian Negara.

“Tolong jika ingin membangun silahkan dan itu sangat kami apresiasi, namun jika dikerjakan seperti ini maka kami marah dan tidak terima jika daerah kami di bangun dengan uang Negara namun tanpa mengutamakan kualitas”,terangnya

Lanjut ia, sebagai pemuda pergerakan bukan tidak memantau kinerja yang dilakukan para kontraktor yang ada di yang di Rejang lebong, Masi banyak pemuda pemuda yang faham akan hal tersebut jadi jangan main main

Dirinya menegaskan jika pembangunan gedung sekolah itu tidak sesuai RAB seperti pada saat ini, maka siap siap saja permasalahan ini akan dilaporkan kepada pihak yang berwajib

” Jika tidak di ralat ulang pembangunan tersebut maka kami akan adakan sebua gerakan untuk menghentikan pengerjaan proyek tersebut, dan langsung akan kita bawa perkara ini ke ranah hukum” sampai nya. (Yadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *