Salah satu Ciri-Ciri Istri Durhaka dan Di Laknat

oleh -291 views

Salah Satu Ciri-ciri Wanita Durhaka dan Di Laknat

Jejakkasus.info | Hikmah Islami

Bagi kaum wanita kususnya para muslimah yang menyandang status sebagai seorang istri
Tentunya ia telah sadar bahwa dia bukan lagi gadis lajang yang masih belum memiliki kewajiban-kewajiban tertentu yang harus dilakukan oleh seorang isteri.

Wanita muslimah yang telah menikah, kewajiban utama memanglah kepada suaminya, bukan wajib taat kepada keluarganya lagi

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا.

Dari Abu Hurairoh Rodhiyallohu anhu, dari Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa sallam
Beliau bersabda :
“Kalau aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, Maka tentu aku sudah memerintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya”.

[HR. At-Tirmidzi, no. 1159. Syaikh Albani berkata, “Hadis hasan shohih.”]

namun tak bisa dihindari bahwa amanah untuk menjadi seorang Ibu, kemudian menjadi seorang menantu bagi mertuanya, dan saudara atau sahabat bagi keluarga suaminya, akan mengikutinya.

Walau dengan banyak kewajiban tersebut, namun menjadi seorang istri merupakan karunia yang wajib kita syukuri sebagai wanita muslimah.
Karena secara psikologis, hati kita akan merasa tentram dan merasa menjadi wanita seutuhnya manakala kita telah sah menjadi pendamping hidup laki-laki yang kita cintai, dan menjadi ibu dari anak-anak yang kita lahirkan dari rahim kita sendiri.

Namun, ada beberapa hal yang harus kita waspadai agar kita tak masuk dalam golongan istri durhaka.
Terlebih jika suami tak ridho kepada kita, maka malaikat akan melaknat kita, dan Alloh tak akan memberikan ridhoNya kepada kita. Na’udzubillaah.

Nah, apa saja beberapa hal yang harus kita waspadai tersebut?

1. Terlalu Menuntut Suami

Suami adalah imam kita, lelaki yang menjadi pemimpin dan kepala rumah tangga kita.
Maka sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang istri untuk taat dan berbakti kepadanya, selama dia menyuruh kita kepada kebaikan di jalan Alloh.
Bayangkan, betapa luar biasanya seorang suami itu..?

Bertahun-tahun mulai dari dilahirkan sampai dewasa dia diasuh oleh kedua orangtuanya, sekolah sampai tinggi, kemudian bekerja keras, namun semua itu dia lakukan demi menghidupi kita, seorang wanita asing yang baru dikenalnya.

Tak hanya itu, dia pun juga harus menanggung Dunia sampai Akhirat kita, lagi-lagi wanita yang baru saja masuk dalam kehidupannya.

Maka, apakah pantas jika dengan semua kewajiban yang lebih besar dia tanggung daripada kita ini, kita masih terlalu menuntutnya dengan bermacam-macam hal..?
Terlebih dengan tuntutan harta.
Na’udzubillaah.

1. Alloh sangat membenci para isteri yang membuat suami murka padanya.

2. Memisahkan Hubungan Suami dengan Ibunya

Walau setelah menikah seorang wanita memiliki kewajiban utama kepada suaminya, Namun seorang laki-laki walaupun telah menikah maka kewajiban utamanya tetap pada Ibunya.

Wanita yang telah melahirkan, menyusui, dan membesarkannya. Hal itu masih sering kurang dipahami oleh beberapa istri
Dan malah sering para istri mencemburui ibu dari suaminya.

Padahal, ibu suami kita lah yang telah melahirkan, menyusui, membesarkan, dan mengorbankan semuanya demi suami kita dan memberikan ridho nya pada suami kita, bila ada kelancaran rizqi orang yang pertama menikmati adalah sang Istri

Dan saat suami kita belum bisa membalas apapun kepada ibunya, dia sudah pergi meninggalkan ibunya demi kita para wanita asing yang baru dikenalnya
Dan segala pengorbanannya bekerja siang dan malam serta apapun dia berikan demi menafkahi kita.

Lalu apakah kita masih tega membuat jurang pemisah antara suami kita dan ibunya..?

Sebaiknya kita mencoba menempatkan diri, seandainya kita memiliki anak laki-laki dan ketika telah menikah dia lupa pada kita dan lebih memilih isterinya, pasti hati kita akan sangat sakit.

Untuk itu, sebagai seorang istri yang sholihah, kita sebaiknya justru menjadi perekat hubungan antara suami dan orangtuanya

Terutama ibunya dengan menjadi menantu yang memiliki kasih sayang besar serta rasa hormat yang tinggi pada mertua
Maka keharmonisan keluarga akan tetap terjaga.
Dan tentunya suami akan semakin mencintai kita.

3. Membuka Aib Suami

Yang namanya membuka aib orang lain kepada khalayak umum saja itu sudah sebuah dosa yang sangat dibenci Alloh.
Dan tak tanggung-tanggung Alloh akan membalasnya dengan membuka aibnya juga kelak.

Terkadang ada wanita yang hobi nya mencela dan menceritakan kekurangan suami kepada tetangganya yang biasa di ajak nimbrung
Apalagi jika aib yang kita buka itu adalah aib suami kita, imam keluarga kita. Na’udzubillaah.

Dapat dikategorikan durhaka seorang istri yang dengan tega dan bangga justru membuka aib dan segala kekurangan suaminya kepada orang lain.

Terutama jika aib itu merupakan aib yang sangat dijaga rapat oleh suaminya, misal tentang masa lalunya.

Betapa malunya pasti suami kita, dan bisa dipastikan dia akan murka.

Saat suami murka kepada kita, maka dia tak akan mendapat ridho pada kita, dan jauhlah Ridho Alloh dari kita walau sholat kita 5 waktu, dan bisa di pastikan bahwa sholat wanita seperti itu hanyalah bebas dari kewajiban dan sholatnya tidak merubah prilakunya lebih baik

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لَا تَشْكَرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لَا تَسْتَغْنِي عَنْهُ

Dari Abdulloih bin ‘Amr, dia berkata: Rosûlulloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Alloh tidak akan melihat seorang istri yang tidak berterima kasih kepada (kebaikan) suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya”.
[HR. An-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubra, no. 9086]

Sebagai seorang isteri, sudah seyogyanya kita menyadari bahwa menikah adalah menyatukan dua orang dengan masa lalu, serta segala perbedaan yang ada.

Dan menikah itulah adalah jalan dalam menyatukan perbedaan yang ada menjadi sebuah visi hidup yang sama, serta meninggalkan masa lalu untuk memulai masa depan bersama, menuju Ridho Alloh Sakina Mawaddah Warohma

4. Menolak Ajakan atau Perintah Suami

Dan yang terakhir adalah bisa dikategorikan durhaka seorang istri jika dia menolak ajakan suami atau membangkang perintahnya
Dan tidak bisa di pungkiri bahwa banyak para istri yang suka mengomel dan tidak menggubris ucapan suami di karenakan hanya faktor ekonomi..

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا المَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

Dari Abu Huroirah Rodhiyallohu anhu
Dia berkata: ” Rosûlulloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika seorang suami memanggil isterinya ke tempat tidurnya, namun istrinya enggan (datang)
Lalu suami bermalam dalam keadaan marah kepadanya
Maka malaikat melaknat isteri itu sampai masuk waktu subuh.”
[HR. Al-Bukhâri, no. 3237, 5193 dan Muslim, no. 1436]

Suruhan dan Arahan para suami ( imam nya ) telah ia hinakan dengan omelan dan terkadang hinaan istri pada nya
Padahal itu semua demi kebaikan bersama dan demi menambah nilai takwa kepada Alloh.

Kita sebagai seorang isteri harus kembali menyadari bahwa suami adalah seorang imam yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Alloh dalam mendidik kita di dunia ini

Bila kita telah memahami hal tersebut, Maka seyogyanya kita akan berpikir berkali-kali untuk membuat laki-laki yang kita cintai tersebut mendapat kesulitan di dunia maupun di akhirat kelak.

Lagipula, ketika kita mencintai seseorang, maka tak akan sulit bagi kita untuk mengiyakan perintah dan ajakannya.
Tentunya asalkan itu semua demi meraih Ridho Alloh.
Itulah keempat hal yang harus kita waspadai agar tak tergolong istri durhaka.

5. Keluar Rumah Tanpa Idzin

Seorang istri tempatnya di rumah, menjaga harkat dan martabat suaminselagi ia mencari nafkah demi para istri dn keluarga

Tidak di perbolehkan keluar rumah kecuali dengan izin suami.
Alloh Azza wa Jalla berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Dan hendaklah kamu (para istri Nabi) tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu
Dan dirikanlah sholat, Tunaikanlah zakat dan Ta’atilah Alloh dan Rosul-Nya.

Sesungguhnya Alloh bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
[Al Ahzâb/33: 33]

Ibnu Katsir Rohimahulloh berkata :
“Ayat ini menunjukkan bahwa wanita tidak boleh keluar rumah kecuali ada kebutuhan.”
[Tafsir Al Quran Al Adzim, 6/408]

Syaikhul Islam berkata :
“Tidak halal bagi seorang istri keluar rumahnya tanpa izin suaminya.
Tidak halal bagi seorangpun menjemputnya dan menahannya dari suaminya..

Baik dia sebagai wanita yang menyusui, atau sebagai dukun bayi (bidan) atau pekerjaan lainnya. Jika dia keluar rumah tanpa izin suaminya

Berarti ia telah berbuat nusyûz (durhaka), bermaksiat kepada Alloh dan Rosul-Nya, dan layak mendapat hukuman.”
[Majmu’ Fatawa, 32/281]

Setelah kita mengetahui hak besar suami atas istrinya, maka selayaknya para wanita memperhatikannya, sehingga membawa kebahagiaan bagi keluarganya, Wallâhul Musta’an.

Karena durhaka kepada Imamnya itu tiada tempat kembali kecuali Neraka jahannam

Semoga bermanfaat bagi para istri, maupun para calon istri.

( A.R )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *