Sambut Hari Pahlawan Dinas Perpustakan Bondowoso Gelar Pameran Arsip Sejarah

Berita – Jejakkasus.info -,Bondowoso – Dalam ranga menyambut hari Pahlawan Dinas Perpustakaan Kabupaten Bondowoso gelar Pemeran sejarah bertema “PARAS” Pameran Arsip Sejarah. Melestarikan Sejarah Menggapai Masa Depan, bertempat dihalaman Dinas Perpustakaan. Rabu (09/11/2022) malam.

Alun Taufana Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso mengatakan, pagelaran Pameran sejarah untuk mengenang sejarah bangsa terutama sejarah yang ada di Bondowoso. “Untuk regenerasi muda kita bisa memahami apa itu arti sejarah, paling tidak bisa memahami sejarah. Terutama sejarah Bondowoso, karena  bangsa yang besar karena bisa menghargai jasa para Pahlawan, “jelasnya.

Satu contoh kata Alun, anak-anak kita generasi penerus tidak tahu kalau itu pencipta arsip tidak tahu kalau itu alat komunikasi. Transformasi informasi dijaman dulu. “Kalau sekarang jam berapapun kita besa mengirim dan jam berapapun kita bisa menerima, tetapi kalau tidak disertai kemampuan literasi yang tinggi bisa bahaya, “ujarnya.

Ditambahkannya, dengan adanya perubahan transformasi bisa menghasilkan sesuatu yang positif dan negatif Kalau tidak ditingkatkan literasinya. “Literasi kemampuan untuk memahami mengelola informasi yang didapat, saat melakukan proses menulis melihat membaca mendengar. Tadi saya katakan salah satunya untuk mencerdaskan anak bangsa, “bebernya.

Kenapa Dispusip tidak berani mengundang para pimpinan OPD kata Alun Taufana, karena dokumen yang ia miliki masih terbatas. “Saya mencari foto itu masih terbatas, tadi ternyata dari keluarga besar Yayasan Kironggo, ternyata beliau punya foto-foto Kironggo. ,tau gitu tak bawak ke sini kita kumpulkan. Insyaallah tahun depan kita undang semua, tadi pagi ada orang yang mau menghibahkan alat-alat komunikasi tempo dulu untuk dilestarikan buat bahan pembelajaran anank-anak kita, “katanya.

Ditempat yang sama Kepala Bidang Kearsipan Arif Setyo Raharjo menyampaikan, arsip itu bukan hanya administratif saja tapi dokumentasi foto video dan bukti-bukti yang mempunyai nilai sejarah punya nilai-nilai penting dan nilai hukum. “Itulah yang dinilai sebagai arsip dan ini yang disampaikan ke masyarakat dengan cara dan momentun yang menyenangkan, sehingga dibuatlah skema dengan pameran, “jelasnya.

Pameran Arsip dilaksanakan tiga hari untuk menyambut hari Pahlawan, beberapa foto yang ditampilkan punya nilai sejarah khususnya pejuang kota Bondowoso. “Paling tidak dengan menampilkan foto-foto sejarah bisa membangkitkan semangat patriolisme sebagai faet atau kebanggaan kota Bondowoso, “terangnya.

Tematik fotonya juga bangunan jaman dulu kemudian beberapa nama tokoh yang diabadikan sebagai nama bangunan yang ada di Bondowoso. “Contoh seperti Taman Magenda Curles Ernes Magenda menjadi Magenda, Rumah sakit Koesnadi menjadi Rs. Dr Koesnadi, “ungkapnya.

Untuk arsip sejarah di Dispusip sekitar dua belas ribuan yang berupa arsip satatis dan itu dalam proses digitalisasi. “Saya berharap Desember ini bisa selesai, progresnya bisa diliat masyarakat bisa mengecek di Weebset kami yaitu di Www.Dispusip.co.id. ” Sehingga bisa buat materi di akhir tahun, progres kearsipan di Bondowoso yang dikelola Dispusip, kemudian tentang foto-foto sejarah bisa di akses disini, ” pungkasnya.(yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *