Satpol PP Gandeng Bea Cukai Peringati Hari Pahlawan nasional

Berita – Jejakkasus.info | Bondowoso – Dalam Rangka memperingati Hari Pahlawan Dan Terjadinya Peristiwa Gerbong Maut dengan tema “Dengan Semangat Kepahlawanan Kita Siapkan Generasi Muda Yang Tangguh Dalam Mendukung Suksesnya Pembangunan Diawali Dengan Anti Rokok Ilegal”. Bertempat di Alun-alun Ki Ronggo Bondowoso, Sabtu (19/11/2022).

Hadir dalam acara tersebut Irwan Bachtiar Rahcmat Wakil Bupati Bondowoso, Kasat Pol PP Slamet Yantoko, Taufan Restuanto Asisten III Pemkab Bondowoso, Kepala seksi penindakan dan penyidikan Bea Dan Cukai Jember Widodo, Sardianto bagian humas Penindakan dan Sosialisasi Bea Cukai Jember, Kabid Gakda Awan Boediono, Kabid Tibummas Sat Pol PP Nanang Dwi, Kasi Linmas Wahlul Abriono, M. Arifin Kasubag Perencanaan Dan Keuangan Sat Pol PP, Kasi Lidik Sat Pol PP Bondowoso Vara Teddy, Kasi Binluh Sat pol PP Moh Ramli, Kasi Ops Sat Pol PP Ahmad Hambri, Kapolsek Kota AKP Mardianto, Waka Humas Sidik Waluyo, Drs Jarimin ketua harian Kwarcab Bondowoso dan jajaran Sat Pol PP Bondowoso ,Linmas Damkar ,Bea Cukai Jember, Pemkab Serta Adik-adik Pramuka kurang lebih 1000 orang.

Start JJS dilepas Oleh H. Irwan Bachtiar Rahcmat Wakil Bupati Bondowoso
dengan Rute yang di lalui Start dan Finish Monomen Gerbong Maut – jl Jaksa Agung Suprapto – jl Pb Sudirman  – jl Teuku Umar – jl Veteran – jl Imam Bonjol – jl Re Martadinata Finish Gerbong Maut.

Dalam sambutannya Kasat Pol PP Slamet Yantoko menyampaikan, Jalan-jalan sehat dalam rangka memperingati Tragedi Gerbong Maut di Kabupaten Bondowoso, kita bersama-sama mengikuti acara sosialisasi sampai dengan selesai yaitu pembagian hadiah berupa kenang-kenangan dari Bea Cukai dari Satpol PP terhadap pelaksanaan kegiatan Gempur Rokok Ilegal di Kabupaten Bondowoso. “Dalam hal ini dihadiri langsung oleh Kepala Bea Cukai Jember yang memang berkompeten dalam menangani beredarnya rokok ilegal di wilayah Kabupaten Bondowoso Jember dan Situbondo, “ujarnya.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih Banyak kepada para panitia, para peserta juga pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka kabupaten Bondowoso. Dan juga saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada petugas keamanan dari Polres Bondowoso dari Dinas Perhubungan Bondowoso. “Dan juga tentunya kepada anggota saya tercinta dari satuan polisi pamong praja, Linmas dan juga pemadam kebakaran Kabupaten Bondowoso, “ucapnya.

Kegiatan jalan-jalan sehat yang sekaligus sosialisasi Gempur aperdaran Rokok Ilegal ini memang dilaksanakan untuk Tahun 2022 dan sebelumnya tidak pernah ada di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Tapi saat ini dengan regulasi yang baru satuan polisi pamong praja diberi amanah diberi anggaran oleh pemerintah pusat dengan bapak-bapak dari Bea Cukai untuk mengelola anggaran dalam penegakan hukum, “jelasnya.

Selain itu, Slamet Yantoko juga berpesan, kepada masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi Covid-19. “Karena angka Covid juga semakin meningkat semakin bertambah di Bondowoso, Jangan lupa untuk melaksanakan vaksinasi, “pesannya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Jember, Wododo menyampaikan, untuk pemanfaatan dana bagi hasil Cukai jadi kolaborasi dengan Bea Cukai. pemerintah Kabupaten Bondowoso sudah berjalan sangat bagus kolaborasinya. “Jadi kalau kegiatan operasi Pak Slamet dan jajaran ini  pertama kami melakukan kegiatan kalau kegiatan-kegiatan fasilitasi terkait Gempur Rokok Ilegal itu nanti dengan bagian penyuluhan dan layanan informasi terhadap adik-adik Pramuka, tadi disampaikan bahwa jangan takut menjadi Indonesia, jadi jangan takut menjadi Indonesia, rokok itu adalah Indonesia rokok Kretek itu Indonesia. “Yang harus kita jaga bersama jadi adik-adik Pramuka  tadi disampaikan apa istilahnya yang yang berkali-kali tadi enggak berhasil itu namanya Trisatya Pramuka. Jadi harus kontribusi positif kepada masyarakat, “jelasnya.

Kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kata Widodo, Salah satunya yaitu dengan sama-sama kampanye anti rokok ilegal karen karena rokok ilegal itu adalah musuh bersama yang harus kita tekan kita kurangi sehingga jangan sampai rokok ilegal itu marak dalam pemasarannya jadi tertekan karena Cukai itu adalah penopang pendapatan negara yang cukup besar. “Jadi satu tahun itu kontribusinya lebih dari 200 triliun, luar biasa Untuk Jawa Timur sendiri lebih dari dua trilyun yang diterima, kalau Bondowoso lebih 50 milyar, “terangnya.

Penyuluhan yang dibentuk oleh Kasatpol PP Bondowoso, lanjut Widodo. Namanya jaring informasi dari para penegak nanti atau para Pembina, “kalau di dalam interaksinya di masyarakat itu menemukan peredaran rokok ilegal bisa disampaikan ke Pak Slamet dan jajarannya ada Satpol PP maupun Linmas di kecamatan-kecamatan, “tuturnya.

Dikesempatan yang sama, Sardianto Kepala Bagian Penindakan Bea Cukai  mengatakan, kegiatan jalan-jalan sehat ini dalam rangka memperingati hari pahlawan dan tentunya memperingati peristiwa gerbong  yang ada di Bondowoso. Kegiatan ini seperti yang di sampaikan dari awal, bahwa ini di diselenggarakan karena adanya dana bagi hasil Cukai hasil sembako DBCHT. “DBCHT Itu  adalah dana bagi hasil dari pajak Cukai karena Bondowoso penghasil tembakau penghasil rokok ini dari Cukai rokok yang dibayar oleh Bapak Ibu semuanya para perokok. “Nah untuk adik-adik tidak boleh merokok biar sehat negara juga menaikkan tarif juga banyak menaikkan tarik Cukai rokok, itu juga untuk menjaga kesehatan, meningkatkan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu kami sebagai perwakilan dari pusat sangat mengharapkan adik-adik jangan merokok, “katanya.

Bagi yang sudah terlanjur merokok, Lanjut Sardianto, silahkan merokok terus yang penting rokoknya rokok resmi beda kalau rokoknya illegal yaitu tidak membantu kami tidak membantu negara. Kemudian di dalam pajak rokok cukai rokok itu adalah kontribusi Bapak Ibu dalam membangun APBN mengisi APBN dalam membangun negara kita. “Yang seperti yang disampaikan tadi bahwa dana juga yang diberikan ke Pemkab Bondowoso itu sekitar 65 miliar, jadi itu apresiasi dari pemerintah pusat dan dikembalikan ke pemerintah daerah penghasil atau penyumbang Cukai rokok. Untuk kesejahteraan masyarakat, BLT, untuk peningkatan keterampilan masyarakat, jika ada diklat pelatihan-pelatihan dan sebagainya untuk peningkatan mutu tembakau dan sebagainya, “paparnya.

Ditambahkannya, kemudian 40 persennya itu untuk program kesehatan ada pembangunan Puskesmas Ada pembagunan Posyandu ada pemberian makanan atau tambahan makanan yang bergizi. Kemudian untuk peningkatan gaji para tenaga kerja kesehatan dan sebagainya. “Dan 10 persennya untuk penegakan hukum termasuk sosialisasi seperti ini semuanya jadi kegiatan jalan-jalan sehat (JJS) ini bagian dari 10 persennya dana DBCHT, “tambahnya.

Dirinya berharap kepada semuanya,  bahwa adik-adik juga sebagai agen dari kami pemerintah pusat atau pemerintah daerah untuk menginfokan apabila mengetahui atau menemukan adanya rokok ilegal. “Ini adalah bagian dari partisipasi masyarakat dalam menegakkan aturan juga dalam memberantas rokok ilegal khususnya di Kabupaten Bondowoso, “pungkasnya. (yus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *