Sekda Bondowoso Lakukan Pengecekan Bahan Pangan Di Gudang Bolog

Berita – Jejakkasus.info – Bondowoso – Dalam rangka pengecekan bahan pangan pokok, Sekda Bondowoso yang didampingi oleh Kadiskoperindag, Asisten 2, Kepala DPMD, Kasatpol PP, Perwakilan Jajaran Polres Bondowoso. Bertempat digudang Bulog Bondowoso, Senin (31/10/2022).

Kepala Diskoperindag Bondowoso Sigit Purnomo ,Menindak lanjuti arahan dari Mendagri juga Sekda waktu vidcon yang didampingi oleh asisten 2 dan Kepala Bulog beserta jajaran Polres Bondowoso, memastikan bahwa semua distribusi 9 bahan pokok itu lancar tidak ada hambatan bisa munurunkan inflasi yang ada di Bondowoso. “Bahan pokok yang ada di gudang bulog Bondowoso, insyaallah mencukupi kebutuhan sampai awal tahun. Kita cek insyaallah aman  sudah dipastikan oleh Kepala cabang bulog dan juga temasuk mempertimbangkan aspek mundurnya panen pada tahun depan, semakin dekatnya hari raya juga tahun baru, Natal, kita sudah mengantisipasi dengan sampai sekarang kuota yang ada di gudang bulog ada 14 ribu ton, “jelasnya.

Dirinya juga mengatakan, sementara beras sportifit produk bulog yang mencegah stunting yang mengandung nilai gizi yang tinggi. “Sehingga bisa mencegah stunting, “ujarnya.

Untuk langkah kedepan kata Sigit, Pemkab akan mengkoordinasikan mengampu, karena itu pihak dinas lain. “Kita pemkab mensuport dengan seluruh stikholder agar memasyarakatkan terutama bagi ibu hamil untuk bisa menkonsumsi produk bulog sportifit yang dampaknya adalah penurunan angka stunting, “terangnya.

Sementara itu M. Ade Saputera Kepala Cabang bulog Bondowoso mengatakan, pihaknya sudah mengadakan rapat dengan stikholder bahwa bulog sudah menggelontorkan 4000 ton beras. “Beras bulog untuk Kabupaten Bondowoso ini sebanyak 4000 ton, beras yang sudah keluar dari bulog itu dalam rangka kegiatan ketersediaan pasokan. Sesuai Permendag yang tertulis dalam aturan dari awal tahun dibulan januari 2021, “ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan, kemudian pihaknya mengadakan kunjungan ke agen toko tentunya sebagai wujud untuk memastikan barang itu masih tersedia atau sudah kehabisan. “Sehingga kita bisa langsung memunitoring secara bertahap serta melihat, antisipasinya seperiti apa.Tentunya kita akan melakukan evaluasi semaksimal mungkin supaya tidak terjadi kelangkaan stok dipasaran, “terangnya.

Ditambahkan, untuk beras pasokan harga dipetani saat ini, padi saat ini harganya lebih tinggi dari harga impres yang ditentukan. “Memang disini kita melakukan serapan kepada para selep atau kepenggiling tentunya, yang merupakan bagian dari binaan. Dengan adanya metra – metra bulog yang ada dibondowoso sehingga petani bisa menjagkau harga yang diinginkan oleh petani, “tambahnya.

Untuk tehknis petani ketika masuk panen, lanjut Ade, misalnya contoh dibulan oktober mereka melakukan serapan karena dengan harga dibulog ada yang tidak masuk. “Kalau dengan penggilingan ada ikatan sendiri, pembinaan dengan petani hasil beras nanti ada sebegian yang dikomersil oleh petani ada juga sebagian kita lakukan serapan ke bulog dengan standart yang kita tentukan, “katanya.

Lebih lanjut Kepala Cabang Bulog Bondowoso, sementara jumlah serapan dari petani sampai saat ini sebanyak 8000 ton. Dibanding tahun kemaren lebih tinggi. “karena momen dan kondisi saat ini ketika harga gabah lebih tinggi, tetapi permintaan terhadap konsumen . Pasar beras medium ini harganya lebih rendah cuma disini stok bulog melakukan pemeliharaan stok secara nasional tentunya sebagai cadangan pangan, “bebernya.

Untuk mengantisipasi loncatan bahan pokok pasca pandemi covid, dari bulog sendiri sperti yang disampaikan oleh kadiskoperindag dari awal juli bulog sudsh melakukan kegiatan KPSH. “KPSH ini adalah suatu
Pelaksanaan yang didasari oleh peraturan mentri perdagangan untuk mengisi stok kekosongan yang ada di pasar, jadi KPSH kami ini berupa beras medium yang didukung komuditi – komuditi bahan pokok lainnya, “pungkasnya.(yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *