Semen 20 Sak dari Donatur Masjid, Diduga Digunakan untuk Rehab Buyut Mangsur oleh Kades Sadomas

by -250 views

 

jejakkasus.info | Provinsi Jabar – Kabupaten Majalengka – Berdasarkan temuan dilapangan Tim Jejak Kasus Biro Majalengka, Senin (24/12/2018) lalu di Desa Sadomas, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Tim Jejak Kasus menjumpai salah seorang warga Desa Sadomas yang namanya tidak mau disebutkan, ia menyatakan kenapa semen yang dia sumbangkan sebanyak 20 sak untuk masjid, dialihkan untuk rehab bangunan Buyut Mangsur yang terletak di Blok Mangsur.”Padahal saya ketahui rehab bangunan itu sudah di anggarkan dari Dana Desa (DD) sebesar
Rp172.384.900,” tegasnya, yang juga merupakan donatur masjid.

Mendapatkan pengaduan dari warga Desa Sadomas Tim Jejak Kasus menyambangi rumah Kepala Desa (Kades) Sadomas Didi Kusnadi guna konfirmasi hal tersebut.

Kebetulan Kades Sadomas Didi bertemu Tim Jejak Kasus di jalan menuju kediamannya. Tim Jejak Kasus meminta waktu untuk klarifikasi jawaban yang dipertanyakan warganya.”Maaf saya tidak ada waktu sehubungan ada hal keperluan, sedikit penjelasan saja ya, bahwa betul adanya semen 20 sak itu dari salah satu donatur, digunakan dulu untuk rehab tempat Buyut Mangsur dan itu akan diganti,” ungkap Kades Didi.

Atas sikap dan jawaban Kades Didi diduga adanya Korupsi dalam Pelaksanaan DD dari salah titik infrastruktur yaitu dalam rehab tempat Buyut Mangsur atau Tempat Keramat.

Adanya penggunaan bahan-bahan bangunan menggunakan dana dari swadaya donatur masjid warga Desa Sadomas. Tidak menutupi kemungkinan adanya dugaan tidak saja bahan semen 20 sak, karena sikap Kades Sadomas Didi diduga tidak bisa menunjukkan transfaransi berita acara penggunaan bahan dari donatur yang dialihkan ke rehab Buyut Mangsur yang jelas sudah teranggarkan di DD.

Pemerintahan Kabupaten Majalengka yang berwenang atas adanya dugaan korupsi dalam pelaksanaan DD Sadomas, mohon adanya tindakan menyikapinya, kemungkinan adanya unsur tindak pidana korupsi.

Laporan: Liman Kabiro Jejak Kasus Majalengka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *