Seorang Aktivis Bongkar Dugaan Pungli

Lamongan l Jejakkasus.info – Seorang aktivis “Penggiat Anti Korupsi: membongkar dugaan Pungli, jual beli kamar, dan peredaran Narkoba yang terjadi di Lapas Kelas II B Lamongan.

Lembaga Advokasi Rakyat Merdeka Gerakan Anti Korupsi (LARM-GAK) dan Himpunan Putra Putri Madura (HIPPMA), Sabtu (12/2/2022), kembali menerima aduan dari Aktivis Penggiat Anti Korupsi, terkait dugaan Pungli, jual beli kamar, dan peredaran Narkoba, yang terjadi di dalam Lapas Kelas II B Lamongan.

Di tempat berbeda, saat ditemui awak media di kediaman aktivis inisial BA, menyampaikan, bahwa di dalam Lapas kelas II B Lamongan, telah terjadi dugaan Pungli, jual beli kamar, dan peredaran Narkoba.

“Iya mas, di dalam Lapas kelas II B Lamongan, telah terjadi dugaan Pungli, jual beli kamar, dan peredaran Narkoba, karena pada saat saya ditahan di Lapas Kelas II B Lamongan, saya diminta untuk membayar uang kebersihan sebesar Rp25 ribu perorang. Dan pada saat itu ada 30 orang, dan kami juga disuruh bayar uang kamar sebesar Rp55 ribu, untuk kamar yang ada di Blok C dan untuk kamar yang ada di Blok D, kami disuruh bayar Rp35 ribu. Kalau saya tidak bisa bayar, maka kami akan ditempatkan di Penaling. Setelah vonis, kami juga disuruh membayar kembali sesuai lama masa tahanan. Pada saat itu, saya juga disuruh bayar lagi sebesar Rp150 ribu, supaya tidak dipindah ke Blok Napi, dan semua uang kamar diserahkan melalui Tamping Utama,” jelas BA.

BA juga menyampaikan ke awak media, kalau di dalam Lapas Kelas II B Lamongan, sewa HP dan peredaran Narkoba, juga ada di dalam Lapas Kelas II B Lamongan.

“Sewa HP di dalam Lapas Kelas IIB Lamongan ada mas, perjamnya Rp10 ribu, dan ada juga perharinya Rp50 ribu, dan yang menyewakan Tamping Blok. Dan supaya aman Tamping yang menyewakan memberikan rokok ke petugas, tujuannya supaya kalau ketahuan tidak diproses. Soalnya kalau ketahuan diberi sanksi untuk bayar uang, dan kalau tidak bayar dipukul dan dimasukkan ke Strafsel. Pernah ada test urine di dalam Lapas Kelas II B Lamongan, dan ditemukan 4 orang yang positif Narkoba, dan dimasukkan ke Strafsel. Kalau mau keluar dari Strafsel, harus bayar melalui Tamping Utama,” jelas BA.

“Dari beberapa penyampaian BA, maka kami akan mengambil langkah tegas untuk melaporkan dugaan Pungli, jual beli kamar dan peredaran Narkoba tersebut ke Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, dan akan kami tembuskan ke Kementerian Hukum dan HAM RI,” kata Sekjen LARM-GAK dan HIPPMA. (Eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *