Sinergitas Antar Lembaga, Kunjungan FPII Kemarkas PEMUDA PANCASILA Tanggamus

oleh -175 views

TANGGAMUS, Jejakkasus.info – Kunjungan balasan korwil organisasi Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Tanggamus kemarkas PEMUDA PANCASILA (MPC-PP) Tanggamus. Dan respon Pemuda Pancasila terkait pemberitaan-pemberitan jurnalis FPII (korwil Tanggamus). Jumat 26 februari 2021

Kedua lembaga berbeda profesi menegaskan kembali kedekatan hubungan emosional dan ideologis yang sudah seirama sehaluan ditandai dengan temu antar pimpinan kedua lembaga dalam suasana kekeluargaan.

Secara garis besar sikap dari kedua partner dalam mengawal dan memberitakan perkembangan, pembangunan, isu-isu strategis dan pencapain serta kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemkab itu sendiri, akan tetap terus dengan ciri khas kedua lembaga, serta akan tetap dengan cara kearifan menyuarakan kebenaran serta keadilan dengan sangat lantang sekalipun dari lubang liang lahat, ya bisa di dikatakan di poros tengah penyeimbang antara oposi dan koalisi. Namun juga cendrung ke oposisi, kita lihat saja lobian-lobian dan mainan pihak eksekutif, legislatif maupun yudikatif ditahun 2021 ini, kita dinamis saja tegas sekretaris MPC-PP TANGGAMUS bung Adi prayoga.

Statement itupun juga semakin ditegaskan ketua MPC-PP BUNG MUSOPPA, dimana beliau menyayangkan respon lingkaran atas yang terkesan mengenyampingkan itikad lurus dari Pemuda Pancasila, sedari ia memimpin organisasi kemasyarakatan salah satu yang tertua di indonesia tersebut.

Bukan organisasi abal-abal sudah banyak yang kami lakukan bahkan di Tanggamus sendiri kami dan MPO (majelis penasehat organisasi) pernah sepakat bahwa Pemuda Pancasila akan berada digaris terdepan yang siap memasang badan dan siap di uji coba apabila ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana, menggagalkan kebijakan kebijakan Bupati Tanggamus.

Namun pada prakteknya “kami seakan dianak tirikan yg lebih ditirikan oleh pemkab Tanggamus sendiri, sejauh ini memang saya instruksikan agar orang-orang terbaik di Pemuda Pancasila menahan diri. Biarkan hal-hal yang mengganggu saya dan sekretaris menyelesaikannya terlebih dahulu. Sejatinya kami hanya tidak ingin dituduhkan sebagai anak durhaka yang melawan ibunya sendiri”. Jelasnya

Ada banyak pertimbangan-pertimbangan tentunya, akan tetapi jangan hanya kami terus yang memahami kamipun ingin dipahami, maka jangan disalahkan apabila MPC-PP menjadi anak durhaka yang sedurhakanya, lebih baik mengintropeksi mengapa kami bisa demikian. saya rasa sama dengan saudara-saudara kami dari FPII, maka kami bisa dalam satu barisan yang akan saling melindungi dan melengkapi.

Pemuda Pancasila Tanggamus sangat mengapreasiasi hasil karya jurnalis FPII korwil Tanggamus, telah menyuarakan hal-hal sumbang dengan gagah berani, tentunya hal tersebut akan kita kawal hingga tuntas agar bisa mejadi pelajaran untuk siapapun yang memiliki itikad buruk di Tanggamus tercinta ini, sebagai asli putra daerah Tanggamus baik MPC-PP dan FPII tentu saja tidak memberi ruang bagi maling-maling yang akan menjarah rumahnya dan membuat malu keperkasaan serta marwah putra putri Tanggamus. “Tandas BM sapaan akrab beliau”

Banyak data-data yang sudah kami kantongi, bayangkan saja apabila hal tersebut tidak lagi sekedar pecah diperut, tentu akan banyak dampaknya, akan tetapi dalam kesempatan ini tidak banyak yang akan kami soroti.

Meski Dinas Sosial masih dalam suasana hangat yang memanas kami lebih tertarik terhadap permasalahan yang beberapa waktu lalu terjadi di pekon Talang Lebar kecamatan Pugung, dimana ambulan pekon bisa menunggak dan ditarik pihak dealer.

Mungkin banyak diantara bapak/ibu pimpinan di Tanggamus yang bahkan belum menginjakan kaki di Talang Lebar, pekon pecahan yang terisolasi dan akses yang mengkhawatirkan sementara disana ada perkebunan karet PTPN 7.

Terkait pemberitaan ambulan tersebut tentu sangat aneh dan tidak masuk dalam nalar, terkait pengadaan ambulan yang menjadi salah satu program asik pihak eksekutif justru dikotori oleh satu oknum PJ yang sejatinya adalah orang yang berwawasan dan berpendidikan tinggi. Apa beliau yang bernama Cecep Hidayat tidak mempertimbangkan dampak bagi dirinya satuannya juga lebih bagi masyarakat pekon setempat.

Apabila hal ini tidak direspon dengan sungguh-sungguh tentu bukan tidak mungkin bapak-bapak PJ di 220 pekon lain nya dan 79 PJ periode selanjutnya akan berbuat hal serupa dalam mainan yang berbeda, secara tidak langsung hal yang dilakukan oleh PJ tersebut menandakan bahwa orang nomor satu di Tanggamus saja bisa ia mainkan dan kangkangi, apalagi kita yang masyarakat tidak punya daya dan akses kepenguasa, sangat miris tentunya.

Kita harus membuka mata telinga dan nurani, ini pemerkosaan terhadap keadilan, ini merongrong ketentraman dan memantik bibit-bibit korup merajela, contoh hama.

Selaku sekretaris MPC-PP TANGGAMUS saya memahami hal ini akan membuat banyak pihak cuci tangan, memang ini ranah personal akan tetapi jika diuraikan saksama tentu ada banyak intansi tercoreng namanya semisal satuan Polisi Pamong Praja tempat pak PJ berdinas, rekan Pendamping Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa, bahkan mungkin ada lain yang tak tersebutkan, yang akan menerima dampak buruk dari ketidak siapan dan kemampuan seseorang menjadi PJ pemimpin desa. “Ucapnya”

Apakah Pemuda Pancasila Tanggamus memberikan Intervensi, saya rasa rekan-rekan Inspektorat dan pakar-pakar hukum lainnya memahami apa makna “Fiat Justia Ruat Caelum” yang berartikan hendaklah keadilan ditegakkan walaupun langit akan runtuh. Tegasnya

Jadikan hal ini sebagai bahan evaluasi untuk menentukan PJ selanjutnya, banyak yang lebih berkompeten PNS di Tanggamus ini.

Mari wujudkan kabupaten Tanggamus menjadi Zona Integritas menuju WBK dan WBBM sesuai keinginan Bupati Tanggamus beberapa hari lalu. “Tandas Adi Prayoga”

(Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *