SMK PGRI 1 Palimanan Bantah Tahan Ijazah dan Buku Rekening

by -1,599 views

 

Detikkasus.com | Provinsi Jabar – Kabupaten Cirebon -Terkait pemberitaan media cetak Koran Cirebon, Senin (28/1/2019) dengan judul ‘Kadisdik Kabupaten Cirebon Geram Soal Penahanan Ijazah Yang Tidak Punya Hati’.

Detikkasus.com mencoba mengkonfirmasi langsung dengan mendatangi Kepala SMK 1 Palimanan Drs Gatot Sudibjo, Jumat (1/2/2019) sekira pukul 09.30 WIB diruang kerjanya.

Gatot membantah pihaknya menahan ijazah siswa.”Ada kesalah pahaman informasi, bahwa ijazah belum di sidik 3 jari sehingga ijazah tidak di berikan,” ujarnya.

“Terkait dugaan ijazah di tahan itu tidak benar, yang benar adalah bahwa ijazah belum di sidik jari, dan saya pribadi tentu akan memberi kebijakan meskipun anak yang bersangkutan terkendala masalah adminitrasi, bisa di musyawarahkan dengan pihak sekolah,” ujarnya lagi.

Ditambahkan Gatot SMK PGRI 1 Palimanan mempunyai jumlah siswa 989 dengan jumlah pengajar 51orang.

Sementara Deti Susilawati, Spd i, selaku Wakil Kepala SMK PGRI 1 Palimanan bidang kesiswaan, yang mengetahui perihal pengelolaan dana KIP juga membantah buku rekening penerima KIP di tahan pihak sekolah.

Menurutnya buku rekening penerima siswa di titipkan ke pihak sekolah melalui dirinya dengan pertimbangan, memudahkan ketika pencairan dan juga dengan alasan bahwa siswa juga meminta dengan sendirinya.

“Saya punya alasan kenapa buku di titipkan, pertama kami juga butuh data karena terkadang anak suka tidak laporan apakah sudah di cairkan apa belum, kedua terkadang anak suka menitipkan dengan alasan takut hilang, daripada nanti ribet lagi ya di titipkan ke pihak sekolah,” ungkap Deti.

Masih menurut Deti siswa sendiri tidak ada yang keberatan ketika buku rekening mereka di titipkan di sekolah.

Detikkasus.com mencoba mewawancarai siswa penerima KIP, kelas XII Akuntansi Angga Rasa. Angga merasa dirinya tidak keberatan buku rekeningnya dititipkan di sekolah, karena memudahkan ketika proses pencairan, dan juga dirinya pribadi orangnya suka pelupa, sehingga dia menitipkan buku tersebut ke pihak sekolah.

“Saya gak keberatan pak buku tabungan saya dititipkan dipihak sekolah, saya orangnya pelupa jadi takut hilang, lagi pula lebih efektif pak, ketika pencairan bisa bersama-sama dengan siswa yang lain, dan juga siswa yang lain tidak keberatan dengan hal ini,” tukasnya.

Laporan: Yudi Hidayat /Tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *