Soal Dana Talangan PPG PAI Kaur, Kasi PAPKIS Mengaku Tidak Tahu

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Bengkulu l Jejakkasus.info – Kasi PAPKIS Kemenag Kaur mengaku tidak tahu soal adanya dana talangan dari peserta PPG guru PAI dibawah naungan Dinas Pendidikan Kaur dengan besaran Rp.5 500.0000 per peserta yang dikumpulkan kepada koordinator lapangan dari 42 peserta PPG.

Diketahui bahwa dari 42 peserta PPG yang diajukan hanya 36 peserta yang mengumpulkan uang talangan kepada salah satu peserta yang ditunjuk sebagai koordinator lapangan.

Arpan Kasi PAPKIS Kemenag Kaur saat di konfirmasi diruang kerjanya (28/09/2022) terkait hal tersebut mengaku tidak mengetahui adanya dana talangan yang dimaksud, ” kami tidak tahu jika ada peserta yang mengumpulkan uang, bila benar terjadi kemungkin hal itu merupakan inesiatif dari para serta itu sendiri”, ujarnya.

Ditegaskan Arpan, bahwa pihak Kemenag hanya memfasilitasi para peserta untuk mengikuti PPG, sedangkan terkait pembiayaan itu tanggung oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan, sebab para peserta merupakan guru PAI pada sekolah umum yang dibawah naungan Pemda Kaur.

Koordinator dari 42 peserta PPG saat dikonfirmasi (30/09/22) mengakui kebenaran adanya dana talangan sebesar Rp. 5.500.000 per peserta, namun hal itu sudah menjadi kesepakatan bersama.

Terkait hal itu sebelumya dirinya mengaku sudah pernah melakukan koordinasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan pihak LPTK, “mengingat waktu pemberkasan syarat semakin mendesak, sementara kepastian anggaran darib Pemkab Kaur baru ada kejelasan setelah perubahan anggaran maka kita semua mengambil inesiatif dengan cara kumpulan”, jelasnya.

Dan dari 42 peserta hanya 36 peserta saja yang bersedia mengumpulkan dana taalangan. Menurutnya dana talangan itu langsung disetor ke LPTK IAIN Curup Kabupaten Rejang Lebong atas nama Dinas Pendidikan.

Sementara berdasarkan data yang diperoleh dari hasil percakapan whatsapp grup (WAG) 42 pejuang PPG 2023, terlihat jelas percakapan pembahsan soal pengumpulan dana talangan tersebut, selain membahas pengumpulan dana talangan kepada Fadli sebagi koordinator, dalam percakapan itu juga dibahas tentang suarat pernyataan, dimana peserta berjumlah 36 orang harus membuat surat pernyataan kesiapan untuk tidak menuntut pengembalian pembiayaan kepada Dinas Pendidikan.

Anehnya lagi bagi, bagi peserta yang tidak sanggup mengumpulkan dana talangan diminta untuk membuat surat pengunduran diri, padahal ke 42 peserta tersebut sudah lulus pretest. (Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *