Sosialisasi Imbauan Penertiban PKL oleh Pemkab Jombang di Sepanjang Jalan Alun-alun

Jombang l Jejakkasus.info – Pemerintah Kabupaten Jombang secara sinergi antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jombang gencarkan sosialisasi terkait penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalan Alun – Alun, Jl. KH. Wahid Hasyim, KH. Hasyim Asy’ari dan Jl. Gus Dur serta Jl. A. Yani sejak Jumat (19/4/2024) sore, juga pada Senin (22/04/2024) sore juga malam.

Sosialisasi yang dilaksanakan secara persuasif, humanis dan edukatif kepada para PKL ini, sejalan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 21 Tahun 2012 tentang Perlindungan Pedagang Kaki Lima, Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 10 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jombang Tahun 2021-2041, dan Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 10 Tahun 2023 tentang Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang Tahun 2024-2026.

Dalam rangka revitalisasi pemanfaatan sekitar alun-alun yaitu Jl. KH. A. Dahlan, Jl. Gubsur, demikian juga kawasan sepanjang Jl. KH. Wahid Hasyim, Jl.  KH Hasyim Ashari, Jl. Gusdur dan Jl. A. Yani  dikembalikan menjadi kawasan NIHIL PKL.

“Sosialisasi penertiban PKL ini telah kita laksanakan sejak Jumat (19/04/2024) pukul 15.00 WIB dimulai dari Alun – Alun, Jl. KH. Wahid Hasyim, KH. Hasyim Asy’ari dan Jl. Gus Dur serta Jl. A. Yani.  Sosialisasi kembali digelar hari ini Senin (22/04/2024) dan rencananya akan terus dilakukan hingga Rabu (24/04/2024) dengan menggunakan mobil Ledang Diskominfo bersama seluruh tim gabungan”, tutur Drs. Purwanto MKP, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang.

“Dihimbau kepada PKL yang menempati kawasan  Alun – Alun, Jl. KH. A. Dahlan, Jl Gubsur dan Jl. KH. Wahid Hasyim kembali pada zona PKL di Jl. Dr. Soetomo atau disediakan lokasi sementara di zona Jalan Setia Budi dan Jalan belakang SMPN 2  Jombang serta Jalan Barat Makam Jombatan untuk sementara waktu, dan tidak menempati area area yang dilarang,” himbaunya.

“Pemerintah Kabupaten Jombang pada pekan akhir April ini akan fokus pada sosialisasi kepada PKL. Sedangkan pada pekan berikutnya akan dilakukan tindakan penertiban. Sembari sosialisasi, Satpol PP direncanakan melakukan rapat koordinasi dengan Komunitas Pedagang Serikat Pedagang Kaki Lima (SPEKAL), Jombang Kuliner (JOKUL), Perwakilan PKL yang ada di Jl. Wahid Hasyim, Jl. Hasyim Asy’ari, Jl. Gus Dur dan Jl. A. Yani dengan materi rencana kegiatan penertiban PKL”, tambahnya.

“Adapun pelaksanaan penertiban PKL ini akan dilaksanakan selama 30 hari untuk masing-masing Zona Kawasan Penertiban. Monitoring penertiban secara berkala di zona Alun-Alun, Jl. KH. Hasyim Asy’ari, Jl. Gus Dur, dan Jl. A.Yani akan terus dilakukan Satpol PP dan Dishub, dan Disdagrin guna menjaga kondusifitas wilayah”, tandasnya.

“Adapun pelaksanaan penertiban PKL ini akan dilaksanakan selama 30 hari untuk masing-masing Zona Kawasan Penertiban. Monitoring penertiban secara berkala di zona Alun-Alun, Jl. KH. Hasyim Asy’ari, Jl. Gus Dur, dan Jl. A.Yani akan terus dilakukan Satpol PP dan Dishub, dan Disdagrin guna menjaga kondusifitas wilayah”, tandasnya.

“Guna mendukung tata ruang Kabupaten Jombang, rencananya kawasan Alun – Alun akan dilengkapi dengan sarana prasarana seperti lampu penerangan, CCTV, pintu gerbang Selatan/ depan Stasiun, dan Pos Jaga di pojok Alun – Alun”, pungkas Purwanto Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang.

(Aan jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *