Stop!! Bullying

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Subang l Jejakkasus.info

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَأكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ اَفَرَاَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنَّ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُولُ فَقَدِاغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ فَقَدْ بَهَتَهُ

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat.

“Tahukah kalian apa itu ghibah?”. Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.

Beliau berkata, “Ghibah ialah engkau menceritakan hal-hal tentang saudaramu yang tidak dia suka”. Ada yang menyahut. “Bagaimana apabila yang saya bicarakan itu benar-benar ada padanya?”. Beliau menjawab.“Bila demikian itu berarti kamu telah melakukan ghibah terhadapnya, sedangkan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada padanya, berarti kamu telah berdusta atas dirinya”.

Sabda Nabi di atas memberikan penjelasan kepada kita bahwa sikap agresi dari seseorang atau kelompok dengan tujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental dengan menceritakan hal buruk kepada orang lain itu adalah ghiba.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (Al-Hujurat: 12)

Yang dimaksud bullying di media sosial adalah seseorang yang mencari-cari kesalahan orang lain, kemudian menjelekkan orang tersebut dan diumbar di media sosial guna menjatuhkan nama baik orang tersebut.

Dalam syariat Islam pebuatan yang demikian sama halnya dengan ghibah, yaitu membicarakan keburukan orang lain dan Islam sangat melarang hal tersebut.

Padahal perbuatan yang demikian sudah disinggung di dalam al-Qur’an bahwa perbuatan yang demikian sama halnya dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati.

Tentu hal ini sangat menjijikkan dan semua orang tidak akan mau memakan daging saudaranya sendiri, yang sudah mati pula.

Akan tetapi, kenapa masih adanya di antara kita yang melakukan bullying di media sosial?.

Jika saja masyarakat mengetahui bullying di media sosial memiliki akibat yang bahkan akan merugikan diri sendiri dan orang lain, tentu ia tidak akan melakukannya.

Akibat-akibat tersebut seperti; menimbulkan permusuhan dan perpecahan antar sesama, mngumbarkan fitnah (jika berita yang ia umumkan itu adalah salah).

Dari dua akibat tersebut tentu akan merugikan dirinya sendiri.

Seseorang yang menginginkan perpecahan tentu tidak ada kebaikan di dalam dirinya.

Dan seseorang yang mengumbarkan fitnah atau suatu hal yang berbau dusta tentu ia termasuk kepada orang-orang yang keji.

Karena sudah tertulis di dalam al-Qur’an bahwa “Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.”

Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap muslim harus berusaha untuk saling menjaga satu sama lain baik dari kejahatan lisan.

Penulis: Rahmat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *