Telan Anggaran Rp 2,5 Miliar, Sekolah SMK IT Askhaba Terbengkalai.

by -385 views

Jejakkasus.info | Propinsi Bengkulu I Kabupaten Kaur – Usai dibangun tahun tahun 2016 lalu, SMK IT Askhaba yang dibawah naungan yayasan Ashiqqa Khamsit Bajau hingga kini belum mendapat siswa, ironisnya saat ini bangunan senilai 2,5 Miliayar tersebut kondisinya tak terawat dan rusak.

Bangunan berupa gedung ruang belajar siswa dan kantor tersebut dibangun dengan mememakai sistem swakelola oleh pengurus Yayasan Ashiqqa Khamsit Bajau, dengan sumber anggaran APBN yang dikucurkan melalui Kementerian Pendidikan RI tahun 2016 lalu.

Dari hasil pantauan media ini dilapangan kamis (31/01/19) terlihat lingkungan sekolah tersebut sudah menjadi semak belukar, bahkan dibeberapa bagian bangunan sudah mengalami kerusakan, seperti lantai, rabat keliling, dan plafon.

Sementara Kepala Yayasan Ashiqqa Khamsit Bajau Sasmadi saat di konfirmasi diruang kerjanya di Dinas Badan Keuangan Daerah BKD senin (4/2/19), Menjelaskan bahwa sekolah tersebut akan segara di difungsikan dalam waktu dekat, “pada tahun 2017 lalu sekolah tersebut sudah menerima siswa baru, namun waktu itu jumlah siswa yang mendaftar hanya 5 orang, sehingga kegiatan belajar mengajar belum bisa dilakukan,” tuturnya.

Ditegaskanye bahwa ditahun 2019 ini pihaknya akan berusaha keras agar sekolah tersebut mendapat siswa, mulai dari siswa tingkat sekolah dasar, “kita akan menerima siswa baru untuk sekolah dasar, nantinya pola yang akan kita pakai siswa akan diantar jemput menggunakan kendaraan roda empat oleh pihak sekolah, jadi saya berharap bila ada masyarakat diwilayah Kecamatan Tanjung Kemuning dan Semidang Gumay yang berminat untuk mendaftar pada saat tahun ajaran nanti,” katanya.

Sedangkan terkait pembangun gedung sekolah tersebut ia mengakui, bahwa pembangunan fasilitas mulai dari ruang belajar dan kantor semuanya dilakukan ditahun 2016 lalu dengan pagu anggaran Rp. 2,5 Miliar.

Sumber anggaran pembangunan merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan yang langsung masuk ke rekening Yayasan Ashiqqa Khamsit Bajau, dengan sistem pelaksanaan pembangunan mememakai sistem swakelola.

Ditambahkannya anggaran Rp. 2,5 miliar tersebut meliputi kegiatan fisik dan pengadaan mubeler meja kursi siswa, namun untuk saat ini mubelernya sengaja belum di bawah ke gedung, takutnya nanti hilang atau rusak, ungkap Sasmadi.(Iwan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *