Terkait “BUPATI ANAS MENOLAK BERTEMU RAKYAT” Yunus Angkat Suara.

by -461 views

Banyuwangi | Jejakkasus.info – Demonstrasi yang di lakukan oleh masa tolak tambang mewarnai acara pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana tsunami (sabtu 5 januari) yang di adakan oleh Pemda Banyuwangi di wisata Pulau Merah.

Dalam demonstrasi tersebut di warnai insiden pingsanya salah satu aktivis perempuan tolak tambang, hal itu terjadi di duga lantaran aktivis perempuan ini saat berdemo nekat mau menemui Bupati Anas, karena di anggap menganggu wanita tersebut sempat di bawa untuk di amankan oleh Polisi dan Sat Pol PP yang sedang bertugas mengamankan simulasi. Wanita tersebut berontak dan terus melawan sehingga akhirnya pingsan. Aktivis kondang Yunus wahyudi saat di konfirmasi mengenai peristiwa tersebut beliau sangat menyayangkan “Sebenarnya ibu ibu itu adalah salah satu korban dari dampak tambang emas PT. BSI, mereka hanya ingin bertemu dengan Bupati dan ingin menyampaikan keluhanya terkait dampak yang mereka rasakan dan mereka khawatirkan akan terjadi dan menimpa warga sekitar tambang, jadi penangananya jangan terlalu over lah, lagian mereka kan demo damai, warga juga tidak bisa di salahkan, sekarang saja warga sudah diresahkan oleh dentuman bom tiap hari, belum lagi debu yang beterbangan sampai menganggu tanaman petani”ungkap Yunus.

“Yang jadi inti permasalahan adalah ketika Bupati meminta KLHK untuk merubah status hutan lindung Tumpang pitu mejadi hutan produksi, sehingga Gunung Tumpang pitu bisa di tambang. Gunung tumpang pitu ini lain dari gunung yang lain, mengapa demikian?lihat saja letaknya yang berbatasan langsung dengan laut menjadikan Gunung Tumpang pitu ini sebagai penyangga dan tameng bagi warga sekitar gunung dari bahaya laut” tambah Yunus.

Di kofirmasi langkah apa yang harusnya di ambil Bupati, Yunus menegaskan “Harusnya Bupati Anas ini tidak mengijinkan Tumpang pitu ini untuk di tambang, kalau sudah terlanjur seperti ini melihat dampaknya seharusnya operasional penambangan di hentikan. Tukar gulingnya saja tidak jelas, saat ini KPK juga sedang mengusut pihak pihak yang terkait dengan tukar guling ini, semoga saja KPK tidak masuk angin” pungkas Yunus.

Polemik terkait penambangan emas yang di lakukan oleh P.T BSI di area Gunung tumpang pitu Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran ini memang masih terus bergulir, masyarakat yang mengkhawatirkan dampak negatif tambang terus menyuarakan penolakan terhadap beroperasinya PT BSI.(Tim JK Banyuwangi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *