Tidak Ada Keharmonisan Dalam Rumah Tangga Suami Gantung Diri

by -2,101 views

Jejakkasus.info | Tabanan-Bali. Peristiwa gantung diri terjadi
Di Br. Dns. Duren Taluh, Ds. Belimbing, Kec. Pupuan, Kabupaten Tabanan yang di lakukan oleh I Wayan Werjana Laki-laki kelahiran tahun 1965 yang beralamat desa belimbing

Kejadian ini diketahui pada hari Jumat, ( 15/3/2019) sekira jam 15.10 wita dilaporkan pada hari itu juga oleh I MADE ARTONO laki-laki (46) yang merupakan Adik kandung Korban beralamat Br. Dns Belimbing Desa, Ds. Belimbing, Kec. Pupuan, Kab. Tabanan

Adapun saksi yang turut melapor selain Adik kandung korban adalah I KETUT SUMIRTA, (44) Laki-laki, alamat Br. Dns. Belantibah, Ds. Belimbing, Kec. Pupuan, Kab. Tabanan.

Sementara kronologis kejadian
Pada hari Jumat, 15 Maret 2019 dari sekira jam 08.00 wita pelapor adik kandungnya serta beberapa orang masyarakat melakukan pencarian terhadap Korban di sekitar Br. Dns. Duren Taluh yang juga sebelumnya pada malam harinya dilakukan pencarian pada hari Kamis, tgl 14 Maret 2019 namun tidak ditemukan, yang mana sebelumnya korban melakukan penganiayaan/melukai istrinya setelah itu korban menghilang.

Pada malam harinya korban tidak ditemukan, pencarian di lanjutkan pada hari Jumat, tgl 15 Maret 2019 hingga akhirnya korban ditemukan tergantung sekira jam 15.10 wita di sebuah pohon coklat (Kakao) dengan ketinggian pohon 4 meter menggunakan tali plastik warna hijau di kebun milik BIANG DASTRI di sebelah Pura Bedugul Duren Taluh dalam keadaan sudah meninggal dunia, selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Desa Belimbing kemudian diteruskan ke Polsek Pupuan.

Saat olah TKP masyarakat ramai namun tidak menyulitkan petugas, korban masih dalam keadaan tergantung dengan pakaian celana panjang blue jean, baju kaos tanpa kerah warna hitam, jaket warna merah, tas pinggang warna hitam yang diselempangkan di dada.

KAPOLSEK PUPUAN.AKP. IB Mahendra.SH.memimpin langsung dalam olah Tkp yang di lakukan 9 petugas dari jajaran polsek Pupuan dan 1 orang petugas medis Pupuan II.

Setelah dilakukan riksa bersama tim medis PUPUAN II tidak ditemukan adanya luka di tubuh korban yang diakibatkan kekerasan, hanya luka di leher akibat jeratan tali, keluar sperma.

Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi sementara ,Motif korban menghahiri hidupnya dapat disimpulkan karena korban takut atau panik telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya yang menyebabkan istrinya tersebut mengalami luka akibat tidak adanya keharmonisan dalam keluarga, sehingga korban mengambil jalan pintas dengan gantung diri, jelas Mahendra(Sutarya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *