Tidak ada Pihak yang Diuntungkan

by -98 views

Jejakkasus.info | Bekasi -27 Juni 2020
Angka kasus Covid-19 di Indonesia masih tertinggi di antara negara Asia Tenggara. Peringkat 29 di seluruh dunia setelah negara Argentina dan Ekuador. Negara Tiongkok yang pertama kali terinfeksi di peringkat 22. Di peringkat teratas masih ada Amerika, Brazil, dan Rusia. Negara Arab saudi sebagai pusat ibadah umat islam berada di peringkat 15. Dikonfirmasi positif akumulasi seluruh dunia 9,76 juta jiwa bertambah 167 ribu, Sembuh 4,92 juta jiwa, Meninggal Dunia 493 ribu jiwa, data per 26 Juni 2019.

Kasus Covid-19 itu nyata dan ada di sekitar kita. Jumlah 51 ribuan di Indonesia bukanlah angka sedikit. Jawa timur sekarang melewati DKI jakarta sebagai kasus positif tebanyak, lalu disusul oleh Sulawesi selatan dan Jawa Tengah. Wilayah Jawa Barat bisa sedikit bernafas lega karena angka penambahan kasus positif sudah semakin berkurang. Namun karena berbatasan dengan DKI Jakarta sepertinya tetap harus waspada dan menerapkan protokol kesehatan.

Angka yang disajikan tidak dilebih-lebihkan, bisa jadi angka ini terlalu sedikit dari kenyataan di lapangan. Pasien yang dites Covid-19 masih terus berjalan setiap hari, bila anda mengunjungi beberapa rumah sakit rujukan maka anda akan masih melihat antrian orang di UGD.

Jangan menganggap perkara ini hanya bualan, konspirasi, atau rekayasa. Tidak ada pihak yang diuntungkan atas kejadian ini. Instansi kesehatan seperti Rumah Sakit pun mengalami kerugian dan kebangkrutan karena mereka lebih banyak mengandalkan modal sendiri daripada bantuan pemerintah. Janji insentif bagi tenaga medis pun tak kunjung cair. Belum lagi animo masyarakat untuk ke rumah sakit sangat berkurang karena dianggap rumah sakit adalah tempat paling rawan tertular.

Anda mungkin tidak percaya WHO atau instansi kesehatan lainnya, tetapi ambillah yang berguna dari mereka yang menghimbau hidup sehat, pakai masker, dan selalu cuci tangan. Itu berguna bagi diri anda sendiri dan keluarga yang harus dilindungi. Jangan kedepankan emosi daripada hati nurani anda.

Bila anda pernah membayangkan hidup di gurun. Merasa pengap karena harus pakai masker. Gerah berkeringat karena cuaca panas. Serta haus karena ingin minum tidak tertahan. Maka seperti itulah kondisi petugas kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien positif Covid-19. Mereka hanya bisa membuka pakaian hazmat selama 4 jam sekali, bahkan beberapa rumah sakit belum tersedia yang sesuai standar WHO.

Bila anda mengatakan kebohongan tentang Covid-19 lalu mempengaruhi orang lain untuk memiliki pikiran yang rusak seperti anda maka perkataan itu akan menyakiti perasaan orang yang ditinggalkan keluarganya selama wabah ini dan tidak menghargai petugas kesehatan yang sudah kerja keras selama lebih dari 3 bulan. Nama mereka tidak terekspos layaknya artis instagram atau akun palsu yang anda sukai. Mereka juga korban keganasan Covid-19. Sudah banyak diantara mereka yang berguguran selama bertugas. Meninggalkan keluarga berbulan-bulan agar mengurangi resiko terpapar penyakit.

Buka hati anda agar tidak terhasut prasangka yang salah. Bantulah keadaan ini agar membaik dan kita semua bisa hidup normal seperti biasanya. Bantu semampunya dengan harta dan raga, bila anda tidak dapat membantu apapun maka jangan merusak suasana dengan kegaduhan yang tidak memberikan solusi malah menimbulkan masalah baru.

(Bambang /Ronni Sultonni,)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *