Tindakan Represif Polisi Saat Pengamanan Demonstrasi, Menuai Kecaman

by -49 views

Sinjai, jejakkasus.info – Tindakan represif polisi saat melakukan pengamanan aksi demonstrasi menuai kecaman dikalangan mahasiswa dan aktivis kabupaten sinjai, tindakan tersebut dinilai telah mencederai demokrasi dan hak hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Saiful salah satu aktivis pemuda dan mahasiswa sinjai sangat menyayangkan tindakan represif polisi yang sering kali dipertontonkan ketika mahasiswa melakukan demonstrasi di kabupaten sinjai.

“saya heran dengan aparat kepolisian, mereka terkesan sangat benci ketika melihat mahasiswa melakukan demonstrasi atau menyampaikan pendapat dimuka umum, sudah beberapa kali aksi teman-teman mahasiswa dibubarkan dengan memancing kericuhan, pihak yang seharusnya diharapkan untuk mengamankan jalannya aksi demonstrasi malah merekalah yang membuat aksi terbsebut jadi ricuh.

Pria yang kerap kali disapa fang iful ini mengecam tindakan beberapa oknum polisi tersebut, seharusnya mereka menangani unjuk rasa dengan bijak tanpa ada pemukulan dan pembubaran secara brutal.

Aksi brutal tersebut kembali dipertontonkan saat aksi unjuk rasa yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Islam cabang sinjai (29/11) aksi tersbut dilakukan terkait penolakan rencana pemerintah daerah melakukan peminjaman (utang) 200 miliar,

Lebih lanjut, fang iful berharap kepada Kapolda Sulsel untuk memberikan sanksi pada oknum kepolisian yang melakukan tindakan represif tersebut, tak ada alasan yang bisa membenarkan tindakan tersebut dan tidak ada alasan untuk tidak memberikan sanksi terhadap oknum tersebut.

“Ingat!! Kemandirian polri agar humanis profesional hingga lepas dari militer Angkatan Bersenjata Repoblik Indonesia (ABRI) adalah buah perjuangan Mahasiswa dan rakyat saat reformasi 1998 dulu”, kuncinya.

HIPPPMAS Menolak peminjaman Pemda 200 M Dan Mengecam Tindakan Refresif oknum aparat kepolisian.
Kebijakan pemerintah daerah sinjai dalam hal ini eksekutif dan legislatif terkait pinjaman 200 M sehingga terjadi riak di kalangan masyarakat.

Setelah mengadakan konsolidasi Hippmas Hari ini secara tegas menolak pinjaman 200 M oleh pihak pemda sinjai yang tanpa melalui kajian mendalam dari Dprd tiba tiba di sepakati dengan hasil Voting.

Kemarin (29/11) teman teman dari Hmi sinjai mengadakan unjuk rasa terhadap hal tersebut namun terjadi tindakan refresif Dan Kami mengutuk oknum polres sinjai yang melakukan tindakan refresif terhadap salah satu massa aksi yang juga salah satu kader Hippmas dan juga melakukan pembiaran terhadap anak di bawah umur hadir ditengah massa aksi.

Kami (HIPPMAS red) juga menyayangkan seorang oknum ASN TK Bhayangkara mencoba membubarkan aksi dengan melibatkan anak di bawah umur. Ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap kepada Kapolda sulsel untuk memberikan sangsi terhadap oknum aparat kepolisian yang melakukan tindakan refresif pada massa aksi tersebut.

Namun ketika apa yang menjadi tuntutan kami tidak di indahkan kami akan mengkosolidasikan hal ini kepada seluruh elemen mahasiswa sinjai yang ada di kota makassar dan mahasiswa yang ada di sulawesi selatan karena tindakan refresif ini menjadi luka kami bersama di kalangan mahasiswa dan tindakan yang dilakukan sedikitpun tidak ada pembenarannya, kuncinya. (syarif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *