Upacara Pujawali lan Pengelantur Karya Di Merajan Candi Rawi Kawitan Ibu Ki Gusti Celuk Dipadati Pemedek

Badung | jejakkasus.info – Upacara Pujawali lan Pengelantur Karya Di Merajan Candi Rawi Kawitan Ibu Ki Gusti Celuk Dipadati Pemedek. Hal ini tampak pada saat berlangsungnya upacara pada hari Rabu tanggal 22 Mei 2024, di Banjar Pemebetan, Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Dari pagi hingga sore hari tampak Pemedek yang merupakan trah warih atau keturunan Ki Gusti Celuk secara bergiliran melakukan puja Bhakti untuk memohon keselamatan, kerahayuan kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa melalui leluhurnya.

Menurut Ketua Panitia Karya I Gede Ketut Satyadi, didampingi AKP Purnawirawan I Nyoman Subagia, S.Sos yang juga sebagai keturunan Ki Gusti Celuk mengatakan bahwa “upacara pujawali kali ini adalah merupakan pengelantur karya, atau kelanjutan Karya ngenteg linggih, wraspati Kalpa,pedudusan alit, mendem pedagingan yang berlangsung sebelumnya yaitu pada Rabu Wage (25/10/2023).”. Kata I Ketut Gede Satyadi.

Disampaikan pula bahwa upacara pujawali kali ini menggunakan 4 bebangkit, pulogembal. “upakara yang disajikan menjadi persembahan lebih besar dari upacara pujawali biasa ataupun upacara pujawali nemu purnama”. Ujar I Ketut Gede Satyadi

Pelaksanaan upacara dipuput oleh
Ida Pedanda istri Mayun kemenuh Griya Sari Sangeh, dengan dihadiri oleh Jero Mangku Kayangan tiga Desa Adat kapal dan selaku pengenter acara Jero Mangku Made Wita mantan Jero Bendesa adat Bualu – Kuta Selatan yang juga merupakan trah warih/keturunan Ki Gusti Celuk. Selain itu tampak pula turut ngayah para Jero mangku dari para keluarga keturunan Ki Gusti Celuk dari seluruh Bali, mendampingi Jero Mangku Merajan Candi Rawi Kawitan Ibu Ki Gusti Celuk.

Sedangkan AKP Purnawirawan I Nyoman Subagia, S.Sos mengatakan bahwa “upacara ini memiliki makna yang sama dengan upacara sebelumnya, yaitu memohon keselamatan kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Kuasa, upakara pelaksanaan pujawali tingkatkannya tidak langsung upacara pujawali biasa. Dari upacara ini diharapkan semua pertisentana Trah warih keturunan Ki Gusti Celuk mendapatkan kerahayuan, demikian pula dengan jagat dan segala isinya”. Ungkap AKP Purnawirawan I Nyoman Subagia, S.Sos, yang juga sebagai budayawan ini.

[Tm red am]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *