Viral!! Video Pelecehan Wartawan se-Indonesia, Ketua Gawaris DPD Jabar Angkat Bicara

Ketua Gawaris DPD Jabar (Gabungan Wartawan Indonesia Satu) Asep Suherman, S.H. (Foto: Istimewa)

Majalengka l Jejakkasus.info – Ketua Gawaris DPD Jabar (Gabungan Wartawan Indonesia Satu) Asep Suherman, S.H didampingi Sekjen Gawaris Wawan Hermawan mengatakan, pers adalah pilar keempat di negara ini.

“Keberadaannya, harus benar – benar menjadi corong masyarakat serta harus berani dalam mengungkaf fakta dalam mencari kebenaran untuk keadilan,” kata Asep, Sabtu (15/10/2022) di Majalengka, Jawa Barat.

Menurut Asep, wartawan harus bekerja secara profesional sesuai rel dalam mencari berita-berita penting yang kemudian menjadi layak untuk dimuat dan dibaca publik.

“Wartawan juga merupakan penyambung aspirasi masyarakat,” kata Asep.

Akan tetapi Pers harus paham kode etik jurnalistik tentang kekuatan berita, pengujian informasi dan hak narasumber.

“Yang jelas pada dasarnya profesi seorang wartawan pekerjaan yang tidak mudah,” kata Asep.

Menyikapi adanya tayangan video yang berdurasi 2,2 menit, milik salah satu oknum dengan sengaja menayangkannya.

“Wartawan se-Indonesia itu Goblok Tolol semuanya, bahkan wartawan di seluruh dunia, bahwa wartawan di Indonesia yang paling rame, paling heboh, paling berisik, hanya berita fakta 10 persen, berita opini 100 persen, semuanya hanya opini pembohonan publik, dan gua sudah bosen mendengarkan berita-berita gak penting dan itulah wartawan Indonesia,” celotehan dalam tayangan video itu.

Ini jelas, sambung Asep, oknum tersebut dengan sengaja sudah melecehkan dan menghina wartawan seluruh Indonesia.

Asep berharap, supaya segera diusut tuntas oleh pihak yang berwenang dan pelakunya diberi hukuman sesuai ketentuan.

“Itu merupakan penghinaan profesi wartawan/jurnalis seluruh Indonesia,” kata Asep.

“Agar ke depan menjadi efek jera bagi para oknum yang sudah melecehkan terhadap profesi wartawan, karena wartawan benar-benar dilindungi oleh undang-undang,” imbuh Asep.

Asep menjelaskan, Pers telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 yang berbunyi :

1. Kemerdekaan Pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

2. Terhadap Pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pemberendelan atau pelarangan penyiaran.

3. Untuk menjamin kemerdekaan Pers, Pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasi.

Fungsi Pers juga telah di atur dalam Undang Undang Repuplik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999.

(1). Pers nasional sebagai media informasi pendidikan,hiburan dan kontrol sosial.

(2). Disamping fungsi fungsi tersebut Ayat (1) Pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga Ekonomi.

“Saya mengecam keras terhadap oknum yang telah menghina dan melecehkan wartawan. Apa lagi menghalang-halangi Tupoksi pers,” kata Asep.

Asep menegaskan, kami selaku Ketua Gawaris DPD Jabar, berharap kepada seluruh pihak APH di manapun berada agar segera tangkap pemilik video tentang pelecehan terhadap wartawan.

(Liman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *