Volume dan Mutu Pekerjaan Jalan Rabat Beton Bangun Jiwa Dipertanyakan

Jejakkasus.info I Kaur – Volume dan mutu pembangunan jalan rabat beton Desa Bangun Jiwa Kecamatan Luas Kabupaten Kaur Propinsi Bengkulu diragukan, pasalnya bangunan yang dibiayai melalui Dana Desa tahun anggaran 2022 ini baru seumur jagung sudah menuai kerusakan.

Dimana coran badan jalan sudah banyak yang mengalami retak, padahal menurut pengakuan warga setempat jalan tersebut belum sempat di lewati kendaraan, ” ya jalan itu baru selesai dibangun kurang lebih satu bulan yang lalu dan setahu saya belum ada dilewati kendaaran,” tutur Syapirin saat ditanya awak media ini.

Saat ditanya soal besaran anggaran pembangunannya, Syapirin mengaku sebagai warga Desa Bangun Jiwa dirinya tidak banyak terlibat dalam urusan pembangunan desa apalagi soal Dana Desa.

” saya hanya warga biasa setiap harinya beraktivitas dikebun, tapi karena posisi kebun saya tidak jauh dari lokasi pembangunan, ya saya tahu adanya pembangunan jalan tabat beton tersebut, tapi kalau soal besaran anggaran saya tidak tahu, apalagi dilokasi kegiatan tidak terlihat papan merek ,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Mursi, saat ditanya saat berada dilokasi bangunan.

Sementara dari hasil pantauan awak media pada lokasi pembangunan, selain sudah banyak terlihat badan jalan yang retak, setelah dilakukan pengukuran terhadap volume lebar badan jalan dibeberpa titik, terdapat lebar jalan dengan ukuran 96 cm, tebal 12, 13 hingga 15 cm, namun rata rata ketebalan coran beton yaitu 13 cm, sedangkan panjangnya kurang lebih 100 M.

Kades Bangun Jiwa Masdin, saat dikonfirmasi dikediamanya pada hari yang sama menjelaskan, bahwa pembangunan jalan sentra produksi rabat beton menuju ataran perkebunan indikat itu merupakan kegiatan ketahanan pangan Dana Desa tahun 2022, yang lokasi pembangunannya sudah disepakati oleh warga dalam musyawarah desa.

Menurutnya jalan dibangun dengan volume panjang 117 meter, dikerjakan dengan cara padat karya tunai sistem HOK oleh warga desa, dengan ketebalan coran badan jalan 15 cm, lebar 1 meter.

Untuk pagu anggaran pembangunan yaitu Rp. 85.000.000. Jelas Masdin. Sementara soal papan merek, menurutnya sengaja tidak dipasang dilokasi dengan pertimbangan rusak atau hilang, “papan mereknya ada tapi sengaja tidak kami pasang di lokasi namun pada saat keperluan pemeriksaan kita bawa kelokasi pekerjaan ,” ungkapnya.

Ditempat terpisah Camat Luas Ujang Asadi, saat dimintai tanggapannya, menegaskan bahwa seharusnya dalam penyelenggaraan pembangunan pemerintah desa harus mengedepankan azas manfaat bagi warganya sesuai dengan tujuan akhir dari pembangunan itu sendiri, yaitu dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

“kami selalu memberikan arahan kepada seluruh kades yang ada di Kecamatan Luas untuk terbuka kepada masyarakat dalam penggunaan Dana Desa, kemudian ditekankan untuk menjaga kualitas dari pembangunan agar hasilnya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” tegasnya. (Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *