Jejakkasus.info l JATENG & DIY – SEMARANG — Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) menyampaikan sejumlah aspirasi strategis dalam audiensi bersama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang berlangsung di Balai Kota Semarang, Selasa (30/9/2025). Pertemuan yang digelar di ruang rapat Gedung Moh Ihsan lantai 8 ini berlangsung sejak pukul 12.30 hingga 15.00 WIB.
Audiensi dipimpin oleh Ketua FKSB, DR. KH. AM Juma’i SE, MM, didampingi oleh penasehat KH Anasom serta jajaran pengurus harian FKSB, dengan jumlah peserta sekitar 25 orang. Dari unsur Pemerintah Kota, hadir Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang Agus Joko Triyono Ahsan, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Semarang Muh Ahsan, serta Tim Percepatan Wali Kota.
Empat Isu Strategis Disoroti FKSB Dalam forum tersebut, FKSB menyoroti empat isu utama yang dinilai penting untuk segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Semarang, yaitu:
1. Maraknya Toko Modern di Permukiman Warga
FKSB mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ekspansi toko-toko modern seperti Alfamart, Indomaret, dan Alfamidi yang dinilai mulai menggeser eksistensi pasar rakyat. Padahal, Perda Kota Semarang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penataan Toko Modern telah menetapkan pengendalian dan pengawasan yang semestinya ditegakkan secara konsisten.
2. Tingginya Beban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Berdasarkan Perwal Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penetapan Nilai Jual Kena Pajak (NJOP) dan Stimulus PBB-P2, FKSB menilai masih terdapat selisih yang signifikan antara NJOP dan harga pasar. Hal ini dirasakan memberatkan masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan yayasan sosial.
3. Pemberdayaan Organisasi Masyarakat (Ormas)
FKSB menekankan pentingnya implementasi Perda Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pemberdayaan Ormas yang bertujuan meningkatkan kerukunan, kemitraan strategis, serta kesejahteraan masyarakat melalui peran aktif ormas lokal.
4. Rendahnya Integritas Birokrasi Kota Semarang
Berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK RI, Kota Semarang hanya menempati peringkat 33 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan skor 71,60 di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 76,06. FKSB berharap Pemkot segera melakukan perbaikan dan peningkatan integritas pelayanan publik.
Wahyudi Ketua P3BS dan juga Pengurus sejak awal berdirinya FKSB Kota Semarang 4 Periode ini Soroti Kondisi Pasar Burung Karimata
Salah satu tokoh FKSB yang hadir, Wahyudi Yang akrab di sapa Karebet(Wahyudi Karebet) , secara khusus menyampaikan secara langsung di acara audiensi tersebut mendorong Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti untuk segera turun tangan mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di Pasar Burung Karimata. Menurut Wahyudi, kondisi pasar yang minim fasilitas, dan kurangnya perhatian dari dinas terkait telah merugikan pedagang dan pengunjung.
“Pasar Burung Karimata adalah aset ekonomi rakyat, dengan kondisi Pasar saat ini,Sudah saatnya Wali Kota Semarang turun langsung melihat situasi lapangan,Karna Sekedar atasi sebagian fasilitas yang rusak termasuk Atap ambrol,talang rusak saja tak sanggup ribuan alasan Dinas Perdagangan Kota Semarang katanya tidak ada anggaran,oleh sebab Ibu Walikota Semarang Jangan hanya menerima laporan dari bawahannya atau dinas perdagangan kota Semarang saja dan berkenan segera turun tangan,” Tegas Wahyudi di hadapan peserta audiensi.
“Adakah Pemutihan Pungutan E Retribusi Pasar Bu Wali.? Jika ada tolong direalisasikan dengan baik dan Disosialisasikan secara transparan karna para pedagang sangat mengharapkan nya,dan jika tidak ada kami mohon supaya Walikota Semarang berkenan memberikan kebijaksanaan agar ada pemutihan pungutan E Retribusi Pasar. “imbuh Wahyudi Karebet
Tanggapan Wali Kota: Komitmen Tindak Lanjut dan Dukungan untuk FKSB
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan apresiasi dan menyambut positif masukan dari FKSB. Ia menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti isu-isu strategis tersebut, termasuk:
Penguatan pasar tradisional
Evaluasi kebijakan PBB
Optimalisasi peran ormas
Peningkatan integritas pelayanan birokrasi
Sebagai bentuk dukungan nyata, Wali Kota juga menyatakan kesiapannya menyediakan sekretariat FKSB yang representatif di pusat kota, guna mendukung koordinasi dan sinergi berkelanjutan antara ormas dan pemerintah.
Sinergi untuk Kemajuan Kota,Beberapa pengurus FKSB yang turut hadir dalam audiensi antara lain:
HM Handoyo (Bendahara), Zamroni dan Naneth (Wakil Ketua), Slamet Widodo (Wakil Sekretaris), Adi Setiawan (Kabid Hukum), Pamuji (Kabid Budaya), Najib (Kabid Agama), serta Para Pengurus Seperti Rozikin BD, Wahyudi Karebet, Rita, Aik Sholekati, Taufiq, Purwanto Bledeks, Istighfaroh, Sholihul Hadi, Indarwanto, Ika Muharini, Asyrofi Azis, dan Suharno.
Melalui pertemuan ini, FKSB berharap tercipta kolaborasi erat dan sinergi antara ormas serta Pemerintah Kota Semarang dalam menjaga harmoni sosial, membangun ekonomi kerakyatan, serta mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan transparan.
(Kakonk Awak Media Jejak Kasus.info l JATENG & DIY-Melaporkan)
