Wakil Bupati Bersama Disparbudpora Bondowoso Berikan Pelatihan Untuk Pelaku UMKM.

Berita – Jejakkasus.info -,Bondowoso – Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, terus memberikan bekal pada pelaku usaha pariwisata, agar memanfaatkan kemajuan zaman. Salah satunya dengan menggelar, pelatihan digitalisasi, branding, pemasaran, penjualan sovenir dan fotografi. Di Ballroom Hotl Grand Padis. Selasa (18/10/2022).

Wakil Bupati Bondowoso, H. Irwan Bachtiar Rahmat menyampaikan, digitalisasi tersebut berkaitan dengan promosi wisata, produk umkm dan lain sebagainya. Tentunya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang ada, dengan sasaran ibu-ibu pelaku usaha, serta istri camat. “Mereka harus berperan aktif dalam mengedukasi kepada masyarakat sekitarnya, karena selaku pemangku wilayah, “jelasnya.

Wabup Irwan juga mengatakan,  Marketing digitalisasi ini sangatlah penting, Karena hal ini memiliki berbagai keunggulan. Salah satunya, jangkauan yang lebih luas, tidak hanya pada masyarakat lokal saja, melainkan dapat menjangkau dunia internasional. “Selain itu setiap masyarakat juga dapat melakukannya secara pribadi, dengan memanfaatkan media sosial yang mudah diakses. Dan Kita sengaja mendatangkan pemateri yang kompeten, “tegasnya.

Pelatihan tersebut juga dalam rangka mendukung Ijen Geopark. Meski pesertanya adalah perwakilan masyarakat dari 23 kecamatan yang ada. Mereka diharapkan dapat menularkan kepada pelaku UMKM yang berada di sekitarnya. Sehingga produk yang dihasilkan juga dapat dikenal oleh masyarakat bahkan internasional.

Wabup juga menambahkan, untuk semua pelaku agar memanfaatkan media sosial serta perangkat yang dimiliki, untuk membantu mengembangkan ekonomi masyarakat. “Jangan hanya dibuat group WA dan mengobrol saja, gunakan IG dan Facebook dan lainnya, “tambahnya.

Sementara itu, ditempat yang sama. Mulyadi, Kepala Disparbudpora Bondowoso kepada beberapa media mengatakan, selain diberikan pelatihan digitalisasi, para peserta juga diberikan pelatihan pengolahan pangan. “Berkaca pada salah satu wisata dikota sebelah yang terdapat dapur pengolahan pangan. Kita sosialisasikan kepada masyarakat, terkait pentingnya ketahanan pangan, “katanya.

Selain itu, dirinya juga menegaskan, digitalisasi ini tidak hanya sebatas pelatihan saja. Melainkan juga akan dilakukan evaluasi, sejauh mana para peserta menerapkan pengetahuan yang sudah di dapat. “Paling tidak mereka mampu mensosialisasikan apa sih pariwisata itu, dan waktu pelatihan ini 3 hari. Terakhir langsung praktek dilapangan, “pungkasnya. (yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *