Wali Kota Cirebon: Pengibaran Bendera Putih oleh PKL karena Provokasi

oleh -7 views

Jejakkasus.info l Cirebon – Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis menyebut pengibaran bendera putih oleh sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Cirebon, Jawa Barat, tidak penuh atas dasar keinginan para PKL.

“Pengibaran bendera lebih dikarenakan adanya provokasi dari pihak yang tidak bertanggungjawab,” kata Azis, Senin (2/8/2021) di Kota Cirebon.

“Jadi ini sih diduga kuat ada oknum yang memasang atau melatarbelakangi pemasangan bendera putih. Karena PKL justru taat aturan,” imbuh Azis.

Azis mengatakan, kelonggaran yang diminta oleh para PKL, juga sudah diberikan.

Namun menurut Wali Kota Cirebon ini, harus tetap mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Ketua Perkumpulan Para Pedagang Kaki Lima (PP-PKL) Suhendi mengaku, sudah menelusuri informasi tersebut.

Pihaknya mendapati informasi dari pedagang, bahwa ada oknum yang sengaja memprovokasi untuk memasang bendera putih.

” Saya bilang ke pedagang, jangan mau diprovokasi. Kondisi seperti ini sangat banyak yang memanfaatkan dan membuat gaduh Kota Cirebon,” ungkap Suhendi.

Suhendi menambahkan, sebagian besar organisasi PKL tak sependapat, jika para pedagang mengibarkan bendera putih yang bermakna menyerah.

Suhendi sudah menginstruksikan kepada para anggotanya untuk tidak melakukan hal serupa.

“Unsur PKL atau UMKM itu kuat, seperti ketika krisis moneter 97-98. Jadi kita pasti kuat menghadapi kondisi ini. Tidak boleh menyerah, kita hadapi bersama dengan tetap mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas,” tutur Sugandi.

Lagipula, kata Suhendi, para PKL di aturan PPKM Level 4 diberi kelonggaran berdagang smampai pukul 20.00 WIB.

“Asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tukas Suhendi.

Para PKL juga telah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan daerah, baik dalam bentuk uang tunai atau paket Sembako.

“Tidak dilarang total. Kita masih bisa berjualan dengan tetap mematuhi kebijakan pemerintah,” kata Suhendi.

Di sisi lain, Suhendi berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, juga berkomitmen untuk mengakomodasi empat petisi yang disampaikan sejumlah organisasi PKL atau pedagang saat audiensi dengan Wali Kota Cirebon, pada, 19 Juli 2021 lalu. (Sadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.