Warga Desa Sumber Waru Tidak Dapat Kebutuhan Pokok Saat Isoman

oleh -27 views

Gresik l Jejakkasus.info – Warga Desa Sumber Waru, Kecamatan Wringin Anom, Kebupaten Gersik, Jawa Timur, saat ditemui beberapa awak media di rumah ASR pada tanggal .22 /11/2021 di RT/RW 03/05 pukul 18.55 WIB.

ASR menceritakan apa adanya.”Pada tanggal. 11 Januari 2021, saya memang di Isolasi Mandiri (Isoman) kurang lebih 3 minggu, dan saya tidak dapat bantuan bahan pokok apapun. Sedangkan saya sekeluarga butuh makan, saya punya anak yang masih kecil. Kenapa pihak Pemdes terutama Pak Kades, tidak ada yang memberikan bantuan bahan pokok untuk dimakan sekeluarga. Apapun saya taunya sering lihat TV kalau orang yang di Isoman itu, dapat bantuan bahan bahan pokok untuk keperluan sehari hari,” kata ASR.

Besoknya, awak media langsung datang ke Balai Desa Sumber Waru, pukul 13.45 WIB.

Kades sedang tidak ada di Balai Desa dan  awak media ditemui Sekdes dan awak media meminta keterangan Sekdes.

Sekdes mengatakan, memang semua yang
diisolasi, dapat bantuan dari segi apapun, dan sudah ada dananya dari pemerintah sekecil apapun.

“Insya Allah mendapatkan dan di tempat dusun masing-masingkan ada perangkat desanya, dan dikoodinir oleh polo masing-masing, tidak mungkin tidak dapat bantuan mas,” ujar Sekdes.

Dan awak media baru besoknya ketemu Kadez di Warkop yang tidak jauh dari Desa Sumber Waru, pukul 12.34 WIB.

Sungguh sangat terkejut awak media, karena bukan jawaban yang baik dilontarkan oleh Kades.

Sopo mas seng ngeke; i sampyan infomasi kayak gitu akan saya tendang cocotte wong iku dan tak suwek suwek cangkemi. lek isok tak njak duel mas saya matipun tidak takut juga dimasukan didalam penjara lho aku gk takut jalok seng yok opo jalok premanan tah ayoo sak karepe lek aku iki mas masyarakat
Saya itu aneh aneh jalok e onok jalok paketan terus jalok susu seng larang iku wong anakku dewe susuni Iku seng murah sangka,no dadi pk.lurah iku enak ta.soro mas ayooh sampyn dudukno wonggi tak suwek suwek cangkemi,”  ujar Kades Sumber Waru dalam bahasa Jawa.

Pada saat itu yang tidak pantaa diucapkan oleh seorang Kades yang seharusnya menjadi panutan masyarakatnya.

Dan tidak baik dijadikan contoh oleh Kades-Kades yang lain lain.

Karena seorang Kades itu dipilih rakyatnya,  dan harus menjalankan amanah masyarakat, itu harus sabar dan harus siap menghadapi masyarakat.

Bukan arogan seperti itu yang ditunjukkan
(Achmad)

P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.