Wisata Bale Bukit Zaitun, Berpotensi Pemandangan dan Panjat Tebing Berkelas Dunia

Nias Barat l Jejakkasus.info – Wisata bale Bukit zaitun berpotensi pemandangan dan panjat tebing kelas dunia.

Kepulauan Nias merupakan kepulauan yang berada di ujung barat Indonesia dekat dengan pulau Sumatera.

Wisata alam yang sedang menjadi trend pada masa sekarang adalah agrowisata, outbound, dan sebagainya yang ada sangkut pautnya dengan alam.

Sekarang menjadi incaran wisatawan lokal maupun mancanegara. Alasan betapa populernya wisata alam karena banyak orang yang ingin merasakan suasana berada di alam semesta dan melupakan sejenak kepadatan perkotaan, oleh sebab itu kepulauan Nias atau Nias barat sebagai kepulauan yang memiliki banyak wisata alam yang sangat alami, sehingga alam disana begitu menarik untuk wisatawan untuk berkunjung dan menikmati ke indahan.

Begini latar belakanya wisata bale bukit zaitun….

Latar belakang perancangan ini didasarkan realita yang ada bahwa di Kabupaten Nias Barat, kecamatan Mandrehe Utara, Provinsi Sumatera Utara ada sebuah desa dengan sebutan desa Hilimböwö, merupakan desa tertua dan punya sejarah, dan saat ini merupakan desa yang saat ini mulai berkembang.

Awal mula berdirinya desa Hilimböwö ini didirikan oleh Base’o Lahagu alias Ama
Ziriwo, jadi beliau merupakan orang yang berperan penting dalam pembangunan desa ini.

Desa hilimbowo terletak Di daerah timur terdapat objek wisata alam yang diberi nama pada pelaicingan oleh
Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli dan wakil bupati Khenoki waruwu dengan dinamai Desa Wisata Bale Bukit Zaitun.

Menurut seorang tokoh masyarakat dan pengurus Desa Wisata Bale Bukit Zaitun,
penamaan Desa Wisata Bale Bukit Zaitun ini terdiri dari tiga susunan kata, yang pertama.

“BALE”

Adalah bahasa Nias yang artinya susunan batu, “bukit” karena letak Desa Wisata
ini pada dataran tinggi, dan “zaitun” adalah buah yang ditulis di dalam Alkitab ajaran
agama Kristen sebagai buah yang sangat bermanfaat dan memiliki akar yang kuat jadi bisa dibilang bukit yang terdiri dari susunan batu yang kokoh dan memilik banyak manfaat.

Desa Wisata Bale Bukit Zaitun ini merupakan destinasi wisata memiliki keindahan alam yang alami.

Apabila memandang dari ujung lembah Desa Wisata Bale Bukit Zaitun
ini pengunjung bisa langsung merasakan sejuknya udara pegunungan dan sembari
disuguhkan pemandangan pegunungan dan lapisan lembah yang hijau subur menjorok ke bawah sedalam 70 meter.

Lembah subur yang didominasi tanaman pisang dan kelapa dan terlihat sungai Oyo yang indah dan sepanjang di Kepulauan Nias.

Curamnya tebing berpotensi dijadikan wisata panjat tebing kelas dunia dan bisa juga dijadikan wahana terpanjang di dunia. Selain itu wisata air juga berpotensi memiliki nilai jual yang sangat baik dengan menyajikan pengalaman pengunjung untuk menyusuri sungai Oyo dengan perahu tradisional dengan sebutan Tundraha.

Di sini pengunjung bisa memancing ikan air tawar bernama onogoi dan bisa langsung diolah menjadi masakan yang bisa dinikmati saat itu juga.

Karena lokasinya yang berada di dataran tinggi membuat hasil tani di Desa
Wisata Bale Bukit Zaitun ini sangat subur dan bisa ditanami berbagai macam tanaman di atasnya.

Potensi menjadi agrowisata di desa wisata ini mulai berkembang karena pemerintah desa dan kecamatan setempat sudah mulai melakukan penanaman tanaman khas yang dapat memberikan hasil tani bernilai jual dan berguna mengangkat perekonomian daerah di Desa Wisata Bale Bukit Zaitun.

Untuk hasil pertanian antara lain buah-buahan seperti pisang, durian,
kacang-kacangan, dan sebagainya.

Pada desa wisata ini juga terdapat bangunan bersejarah dari awal mulanya Desa Hilimböwö terbentuk, dan hingga sampai saat ini,masih dihuni oleh orang keturunan dari Base’o Lahagu.

Rumah adat tersebut bisa
untuk tempat tinggal juga dapat digunakan untuk menginap pengunjung yang memiliki
daya tampung 150 orang.

Menurut seorang tokoh masyarakat dan pengurus Desa Wisata Bale Bukit Zaitun, “tentu dengan pelestarian yang dilakukan oleh Desa Wisata Bale Bukit Zaitun ini terhadap bangunan dan kerajinan bersejarah juga bisa menjadi daya tarik wisatawan tentang peninggalan sejarah Desa Wisata Bale Bukit Zaitun dari awal berdirinya hingga menjadi seperti sekarang.(TZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *