Wisudawati Tertua Usia 83 Tahun Diwisuda oleh Arumi Bachsin dan Bupati Jombang

Jombang l Jejakkasus.info – “Belajar Sepanjang Hayat, Bahagia Sepanjang Waktu”, konsep inilah yang tengah dilalui oleh para lansia di Kabupaten Jombang. Pada momentum Hari Jadi Ke 112 Pemerintah Kabupaten Jombang, akhirnya sebanyak 430 orang menjalani prosesi wisuda di Pendopo Kabupaten Jombang, Rabu (26/10/2022), setelah lulus Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) dan Sekolah Keluarga (Selaga)

Hadir pada Acara Wisuda Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Dan Wisuda Sekolah Keluarga Kabupaten Jombang Tahun 2022 sekaligus memimpin prosesi Wisuda adalah Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, S.E,; Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M; Ketua Yayasan Indonesia Ramah Lansia (IRL), Dwi Endah, M.PK, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang; Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB PPPA); dr. Pudji Umbaran M.KP.

Secara simbolis peserta terbaik dan tertua Sekolah Lansia Tangguh Angkatan 1 Kabupaten Jombang yang diwisuda sebagaimana mahasiswa pada umumnya. Dan peserta lainnya mengikuti. Mereka diantaranya adalah Wisudawan Wisudawati:

Terbaik 1

Bina Keluarga Lansia (BKL) Bougenville kec. Diwek Ibu Sih Wihastuti; BKL Dahlia kec. Peterongan, Ibu Djona BKL Kenanga Kec. Jombang Ibu Sukarmiati

Terbaik 2:

BKL Bougenville Kec. Diwek Ibu Rudatin Kawedar; BKL Dahlia Kec. Peterongan ibu Nariyah; BKL Kenanga Kec. Jombang Ibu Tiah

Tertua (paling senior):

BKL Bougenville Kec. Diwek Bapak Suprapto (78 th); BKL Dahlia Kec Peterongan Ibu Jumina (83 th); BKL Kenanga Kec. Jombang, Bapak Kalidin (80 th)

“Selamat atas pencapaian 130 peserta Wisuda Sekolah Lansia Tangguh dan 300 peserta Wisuda Sekolah Keluarga di Kabupaten Jombang. Semoga ilmu yang telah Bapak Ibu terima pada pendidikan informal di sekolah lansia tangguh dan sekolah keluarga, dapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar” tutur Bupati Mundjidah Wahab memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati.

“Ini sangat luar biasa karena di usia diatas 60 tahun, tapi semangatnya masih tinggi dan itulah yang menjadikan energi positif, yang memberikan inspirasi positif buat kita semua terlebih untuk calon-calon lansia dan kedepannya dapat mengikuti role model para wisudawan/wisudawati yang tadi baru saja diwisuda”, tandas Bupati Mundjidah Wahab.

Menurut Bupati Mundjidah Wahab bahwa Lansia yang tangguh, sehat dan tetap produktif adalah menjadi salah satu pilar dalam menjaga eksistensi bangsa yang dapat berperan sebagai agen perubahan sekaligus menjadi support system bagi daerah.

Bupati Jombang mengapresiasi sekolah lansia tangguh dan sekolah keluarga di Kabupaten Jombang yang dapat menginspirasi masyarakat Kabupaten Jombang dan memberdayakan lansia sebagai lansia yang produktif, aktif, mandiri dan menjadi teladan di lingkungan sekitarnya terutama keluarga, serta bisa membantu mendukung tercapainya visi Jombang yang Berkarakter dan Berdaya Saing.

“Saya optimis, melalui sekolah ini akan membuat para lansia menjadi lebih produktif sehingga tidak hanya menjadi beban bagi usia produktif, tetapi menjadi pendorong ke generasi dibawahnya yang akan memasuki usia produktif. Selain itu, diharapkan setelah menyelesaikan proses pembelajaran di sekolah lansia tangguh ini, para Lansia bisa menjadi motivator bagi lansia maupun kelompok bina keluarga lansia lainnya tentang arti pentingnya belajar sepanjang hayat, pungkasnya.

Sementara itu Arumi Bachsin Emil Dardak, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur bahwa Sekolah Lansia Tangguh merupakan program BKKBN yang bekerjasama dengan IRL (Indonesia Ramah Lansia) sebagai perwujudan dari konsep pendidikan non formal sepanjang hayat bagi lansia, terutama lansia yang masih potensial di dalam keluarga dan masyarakat, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan keterampilan keluarga lansia dalam meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan lansia.

“Secara teori, setiap manusia memiliki beberapa fase kehidupan yang akan dilaluinya sepanjang hayat. Fase kehidupan manusia pertama dimulai sejak masa konsepsi dalam kandungan dan fase kehidupan terakhir adalah masa lansia. Kita semua tentu berharap bahwa kita akan dapat melalui semua fase kehidupan kita dengan baik dan mencapai masa tua yang bahagia”, tuturnya.

“Kita seringkali mendengar pepatah mengatakan, HIDUP ADALAH PROSES BELAJAR YANG TAK MENGENAL BATASAN UMUR DAN TAK MENGENAL KATA TUA. Dari pepatah itu, kita dapat memetik pelajaran bahwa setiap orang perlu untuk TERUS BELAJAR sepanjang ia masih hidup, termasuk lansia. Mengapa lansia perlu belajar? Karena dengan belajar dapat memberikan kesempatan setiap orang untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandiriannya” tambah Arumi Bachsin.

Konsep successful ageing adalah masa tua yang terjadi dengan ketiadaan penyakit dan faktor-faktor risiko penyakit, kemampuan fisik dan kognitif yang terjaga, serta keterlibatan dalam aktivitas yang produktif, sehingga dapat mencapai kepuasan dan kebahagiaan dalam hidup, tandasnya.

“Terima kasih kepada para keluarga pendamping lansia yang telah memberi dukungan terbaik mereka bagi para lansia untuk dapat mengikuti Sekolah Lansia Tangguh dari awal hingga akhir. Saya juga ikut merasa bangga sekaligus terharu kepada seluruh peserta Sekolah Lansia Tangguh yang tetap bersemangat mengikuti sekolah hingga tiba wisuda hari ini”, tuturnya.

“Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung terlaksananya Sekolah Lansia Tangguh ini. Semoga semangat para lansia peserta Sekolah Lansia Tangguh mampu menjadi pengingat kita semua bahwa “Dengan belajar, kita akan mampu mengubah dunia. Sekalipun kita tidak dapat mengubah dunia, setidaknya kita akan mampu mengubah diri kita sendiri,” pungkas Arumi Bachsin.

Perlu diketahui Sekolah Lanjut Usia (Selantang) bertujuan untuk mewujudkan lansia yang lebih smart (sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat).

Sedangkan Sekolah Keluarga (Selaga) merupakan wadah pembelajaran bagi orang tua yang memiliki balita dan remaja bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada keluarga, khususnya tentang pengasuhan kepada anak. Bekal pengetahuan dan keterampilan ini akan menjadi modal bagi orangtua untuk menerapkan pola asuh yang tepat bagi anak-anaknya yang merupakan generasi millenial. (Aan jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *